Laboratorium Riset di UMM Beroperasi 24 Jam Non-Stop

Minggu, 05 Mei 2019 22:36 WIB

 
Malang, Keterbatasan waktu penggunaan laboratorium saat riset, membuat Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengeluarkan inovasi terbaru. Baru-baru ini, UMM meresmikan laboratorium yang dapat digunakan 24 jam non-stop.
 
Kelebihannya tidak sekadar waktu akses yang lebih lapang. Laboratorium ini juga dilengkapi dengan banyak teknologi terkini untuk menunjang kegiatan praktikum maupun riset dosen dan mahasiswa.
 
Wakil Dekan II Fakultas Teknik, Lailis Syafa'ah mengatakan laboratorium praktikum dan riset ini terletak di GKB II lantai 6. Laboratorium ini diresmikan dan sudah mulai digunakan sejak 5 April 2019 lalu. 
“Adanya laboratorium ini demi kenyamanan mahasiswa maupun dosen agar tidak mempunyai batasan waktu ketika melakukan riset di dalam laboratorium,” ungkap Lailis, di Malang, Senin, 22 April 2019.
 
Laboratorium ini mendukung kegiatan praktikum empat bidang minat. Yakni rekayasa perangkat lunak, sistem dan keamanan jaringan, sains data, dan games cerdas.
 
Baca:UMM Janjikan Pemenang Kontes Robot Bebas Skripsi
 
Terlebih didukung 30 orang asisten, seorang laboran, juga lima orang part time yang siap melayani. Selain itu, laboratorium ini juga telah terstandarisasi yakni melalui skema kerja sama sertifikasi dengan Oracle Academy dan Cisco Networking Academy.
 
Menurut Kepala Laboratorium, Agus Eko, laboratorium riset ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Selain ruangan yang bebas diakses 24 jam, koneksi internet juga cepat, ruangan ber-AC, meeting room, 3D printing, dan neurosky.
 
Bahkan terdapat pula console game (Xbox 360   Kinect) dan juga Coffee Bar untuk sekadar menghilangkan suntuk saat melakukan riset di dalam laboratorium. Adanya laboratorium ini diharapkan dapat memudahkan akses kerja sama dengan para pelaku industri.
 
”Selain beberapa target tersebut saya juga berharap nantinya mahasiswa teknik informatika dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif, dan yang paling penting bisa menciptakan sinergitas antara dosen dengan mahasiswa maupun sebaliknya dalam setiap riset,” ungkapnya.
 
Menurut Rama Daniswara, salah satu mahasiswa Prodi Teknik Informatika mengaku, kehadiran laboratorium riset ini dinilai sangat menunjang prestasi mahasiswa.
 
“Saya harap dengan adanya laboratorium riset baru ini, nantinya dapat membuat kami nyaman dalam menggunakan dan juga memperdalam riset. Sehingga dapat menciptakan penemuan dan juga pengetahuan yang lebih berkembang,” pungkasnya.

Shared: