UMM kenalkan Software Tableau, Visualisasi Data Dukung Smart City

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:52 WIB

 
Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) menggelar workshop Tableau; Visualisasi Data untuk Mendukung Smart City yang diadakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB 3) UMM (12/10). Agenda yang didasari oleh pentingnya penanganan Big Data, termasuk data analisis, yang semakin disadari oleh para pelaku usaha, industri, mahasiswa sampai institusi pemerintahan itu sendiri.
 
Agenda yang digelar sehari ini mencakup pengenalan software Tableau, praktek visualisasi data (analisis visual, filter dan mapping) dan publish data (kalkulasi, story dan dashboard, dan publish Tableau) dengan dibagi menjadi dua kelas untuk umum, yakni dari instansi pemerintahan terkait dan mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia.
 
Dengan menggandeng pemateri ahli praktisi data dari Platform Kata.ai Reza Primasatya, Data Scientist Indonesia Achmad Wildan Al Aziz dan Yufis Azhar, M.Kom dosen Teknik Informatika UMM yang juga berkompeten melihat peluang visualisasi dari penerapan big data melalui platfrom Tableau yang dapat mendukung terbentuknya smart City.
 
Diikuti oleh peserta dari beberapa Pemerintahan Daerah seperti  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA & BALITBANGDA ) Kota Batu dan Pasuruan, Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Trenggalek, Bangkalan, Sidoarjo, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) Batu dan sejumlah Perguruan Tinggi yakni UNAIR, UPN, UB, dan UMM.
 
Dalam pembukaannya, Ketua Pelaksana yang juga dosen prodi Teknik Informatika  Christian S.K.Aditya., M.kom menyatakan, Di era teknologi digital yang makin berkembang pesat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ledakan data. “Diharapkan lewat workshop ini dapat menjembatani praktisi, akademisi dan pemerintahan dalam menyongsong pembangunan kota cerdas di Indonesia” ungkapnya.
 
 
Dengan menggunakan fasilitas drag dan drop tabel, grafik maupun desain lain dalam software Tableau diharapkan dapat membaca visual dan menganalisis data dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga data tidak monoton dan dapat memperoleh keputusan yang baik dalam menunjang keberadaan smart city,” tambah Yufis selaku pemateri. (yas/can)

Shared: