Bangun Kampus UMM di Metaverse, Prodi Informatika Kenalkan Metaverse ke Pimpinan FISIP UMM

Rabu, 02 November 2022 22:32 WIB


Pengenalan Metaverse kepada Dekan dan jajaran dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Metaverse akhir-akhir ini sering muncul karena teknologi tersebut mampu membawa perubahan yang cukup pesat dalam segala hal. Melihat akan hal tersebut, Prodi Informatika UMM bergerak cepat untuk kembangkan teknologi tersebut dalam bidang pendidikan. Salah satu hal yang menonjol ada pada aktivitas praktikum di laboratorium. Ketua Program Studi Informatika UMM Ir. Galih W. Wicaksono, M.Cs menegaskan, “cita-cita kami di prodi informatika ini, ingin agar  Metaverse ini dimanfaatkan di semua fakultas yang ada di UMM” ujarnya.


Percobaan teknologi metaverse oleh Dekan FISIP UMM

Rabu pagi (19/10) Prodi Informatika UMM kenalkan Metaverse ini pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM. Banyak sekali respon positif untuk kegiatan prodi Informatika UMM tersebut. Pengenalan teknologi metaverse ini memberikan pengalaman baru, Dekan FISIP UMM Prof. Muslimin Machmud, M.Si, Ph.d menyampaikan. “Hadirnya tim Informatika di FISIP ini memberikan kami surprise karena sesuatu yang belum pernah kita bayangkan itu kita bisa mempraktekkannya disini. ternyata dalam waktu sangat cepat melalui Informatika fakultas teknik ini merespon cepat dan melakukan sosialisasi dan itu sangat penting bagi kami karena proses pendidikan itu itu tidak mungkin sekarang tidak ditopang oleh teknologi.” Terangnya.


Kecanggihan metaverse ini nantinya akan sangat memudahkan aktivitas manusia. Dilihat dari tujuan diciptakannya metaverse yaitu memudahkan kegiatan manusia dengan dibuatnya dunia virtual. Dengan metaverse semua aktivitas dunia nyata dapat dibangun dan dikembangkan dalam bentuk virtual. Metaverse akan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mewujudkan dunia impiannya.


Diharapkan dengan adanya teknologi metaverse ini di FISIP UMM, agar nanti mampu memberikan dampak yang sangat bagus. Karena banyak yang mengajarkan masalah-masalah sosial atau politik hanya dengan fiktif dan teori tanpa mengetahui bagaimana bentuk aslinya. Dengan teknologi ini dapat memberikan hal pengajaran tersebut ke dalam bentuk yang real/nyata. Jadi, mahasiswa-mahasiswa akan lebih meresapi bagaimana sebenarnya yang akan terjadi dengan bentuk permasalahan yang nyata tersebut. (CCP)

Shared: