Gandeng Norwegian University of Science and Technology, CoE Metaverse UMM Siap Kembangkan Program Imersif Berbasis Virtual Reality

Teknologi imersif adalah teknologi yang meleburkan batasan antara dunia nyata dan dunia maya. Istilah teknologi imersif sering digunakan untuk pengembangan teknologi yang berbasis virtual. Dengan definisinya sendiri yaitu menggabungkan dunia nyata dan dunia maya, teknologi imersif erat kaitannya dengan metaverse. Dalam pengembangannya, metaverse menggunakan virtual reality untuk menciptakan lingkungan atau ekosistem virtual yang sangat imersif. Metaverse merupakan salah satu teknologi yang baru-baru ini dikembangkan oleh banyak tech industri. Metaverse juga digadang-gadang mampu menggantikan banyak aktivitas nyata menjadi maya. Sejauh ini, metaverse masih belum banyak dikembangkan. Sehingga, banyak tech industri yang mencari tenaga developer untuk membangun teknologi metaverse mengingat peminat metaverse saat ini sangat banyak. Center of Excellence (CoE) Metaverse UMM, baru-baru ini diketahui sedang menjalin hubungan kerja sama dengan Norwegian University of Science and Technology untuk projek metaverse. Kerja sama ini diperlukan untuk memperkenalkan CoE Metaverse UMM di luar UMM, sehingga akan ada semakin banyak orang yang mencoba dan mengenal Metaverse UMM. Sabtu(4/4), Tim Metaverse UMM dan perwakilan Prodi Informatika mengadakan rapat lanjutan mengenai kerja sama proyek metaverse dengan Norwegian University of Science and Technology via daring. Pada rapat ini, kedua belah pihak membahas mengenai peningkatan avatar dalam proyek metaverse. Selain itu, pada rapat ini juga dilakukan penentuan karakter yang nantinya dapat dipilih oleh user sehingga mampu memberikan kesan nyata.

Kalahkan Mantan Perwakilan Pemprov Jatim Di Babak 16 Besar, Mahasiswa Informatika UMM Bawa Pulang Medali Juara 3 Pada Event E-FOOTBALL Campus Competition 2023

E-Sport atau olahraga elektronik adalah suatu istilah untuk kompetisi dari permainan sebuah video pemain jamak. Beberapa orang menganggap bahwa e-sport adalah permainan online yang bisa dimainkan oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan, berbeda, atau bahkan bermain bersama sebagai tim. Banyak yang menganggap bahwa e-sport adalah olahraga masa depan yang banyak diminati. Perlu diketahui bahwa e-sport merupakan olahraga yang sedang hits dikalangan muda-mudi. Bahkan banyak yang menjadikannya sebagai profesi untuk mendapatkan penghasilan. Banyak diantara atlet e-sport yang sukses dan handal menjadi rebutan banyak klub-klub yang rela membayar dengan nominal tinggi.  Bagi para atlet e-sport mengikuti turnamen atau lomba merupakan hal yang penting dan sangat menarik sebagai bentuk mengukur kemampuan yang sudah dikuasai. E-FOOTBALL Campus Competition 2023 merupakan salah satu ajang lomba tingkat Provinsi Jawa Timur yang baru saja diselenggarakan di Kota Surabaya. Event ini diikuti oleh berbagai perwakilan kabupaten/ kota di Jawa Timur. Salah satu perwakilan Kota Malang adalah Fadhilah Akbar, mahasiswa Program Studi Informatika angkatan 2019. Dalam turnamen tersebut, Akbar telah banyak mengalahkan lawan mainnya dengan strategi yang kuat dan gesit. Akbar mengaku bahwa ketika turnamen, selain menjadi atlet ia juga merangkap posisi sebagai pendamping atlet lain dari Kota Malang. Untuk mempersiapkan turnamen ini, Akbar berlatih setiap hari dengan satu hingga dua permainan. “Ketika di 16 besar, saya juga tidak menyangka kalau bisa mengalahkan mantan perwakilan pemprov Jawa Timur”, ungkap Akbar. Setelah lolos 16 besar. Dari hasil tekun berlatih, Akbar berhasil membanggakan Kota Malang sekaligus mengharumkan nama Prodi Informatika dengan membawa pulang medali Juara 3.

Angkat Topik Artificial Intelligence, Dosen Informatika UMM Raih Gelar Ph.D Dari Universitas Ternama Di Jepang

Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu bidang ilmu komputer yang difokuskan untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia. AI juga bisa diartikan sebagai sebuah simulasi kecerdasan manusia yang mengimplementasikan sistem komputer sehingga bisa memiliki sistem kerja selayaknya manusia. Pesatnya perkembangan zaman dalam bidang teknologi membuat AI sudah banyak diterapkan pada banyak sektor. Dari definisinya sendiri, AI dikembangkan dengan tujuan memudahkan aktivitas manusia. Salah satu dosen bidang minat data sains dari Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang, Setio Basuki baru saja meraih gelar Ph.D dari salah satu universitas ternama di Jepang, Toyohashi University of Technology. Dengan mengangkat topik Artificial Intelligence (AI), Setio Basuki mampu menyelesaikan studi selama tepat 3 tahun dengan program beasiswa. Penelitian Setio berfokus pada pemanfaatan AI pada peer review dari artikel ilmiah. Penelitian tersebut memiliki tujuan sebagai otomatisasi proses penilaian kualitas artikel ilmiah untuk mendapatkan hasil artikel yang sesuai dengan standar secara cepat dan tepat. Penelitian yang melibatkan lebih dari 90.000 archive paper dengan lebih dari 15 juta kalimat dari tahun 1970 hingga 2017 diproses menggunakan super komputer yang disediakan oleh laboratorium. Dengan dataset yang sangat banyak, Setio membutuhkan waktu 1 tahun untuk mengolahnya dengan super komputer. Sebagai syarat kelulusan untuk gelar Ph.D, Setio Basuki diharuskan mampu menulis 2 jurnal Q1 dengan high impact factor dan 1 good conference dalam kurun waktu 3 tahun masa studi. tepat selama 3 tahun masa studi. “Dengan budaya akademik yang disiplin di Jepang, sedikt banyak memberikan dorongan kepada saya untuk menyelesaikan studi dengan tepat waktu”, ungkap Setio Basuki ketika ditanya mengenai hal terkesan selama berkuliah di Toyohashi University of Technology.  Budaya akademik yang disiplin tapi juga tetap mengutamakan rasa kemanusiaan dirasa bagus untuk diterapkan pada sistem akademik di Indonesia agar mahasiswa mampu menyelesaikan kewajibannya dengan nyaman dan tepat waktu.

Didukung Oleh Dewan Ahli PPBI Sekar Jagad dan Para Kolektor, Dosen Informatika UMM Lakukan Penelitian Untuk Motif Batik Nitik

Batik adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kain bercorak atau bermotif yang dibuat menggunakan teknik resist dengan memakai material lilin. Batik juga merupakan salah satu hasil karya Bangsa Indonesia yang memadukan seni dan teknologi dari leluhur Bangsa Indonesia. Batik sebenarnya adalah salah satu produk sandang yang telah berkembang pesat di Jawa sejak ratusan tahun lalu. Tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia yang memiliki nilai universal. Pengakuan ini sekaligus menjadi pengukuhan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlanjutannya. Batik memiliki banyak macam corak dan motif yang khas seperti motif parang, kawung, truntum, dan banyak lagi. Setiap motif batik memiliki makna, cerita, dan simbolik tersendiri yang berkaitan dengan budaya dan tradisi Indonesia. Batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian, tetapi juga sebagai bahan untuk aksesoris, dekorasi rumah, dan banyak kerajinan lainnya. Dalam penempuhan studi doktoral, dosen Prodi Informatika UMM lakukan penelitian terhadap batik. Agus Eko Minarno libatkan banyak pihak dalam penelitiannya. Penelitian yang mengangkat topik motif batik ini menargetkan 500 motif. Pihak yang terlibat seperti Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, pengrajin, dosen-dosen Informatika UMM, dan 12 kolektor batik. Penelitian yang melibatkan ribuan foto corak batik ini banyak menemukan hal-hal unik, menarik, dan fenomena yang jarang ditemukan mengenai batik itu sendiri. Dalam pengumpulan sampel penelitian, terdapat satu batik yang ternyata memiliki usia tertua yaitu batik Hamengku Buwono ke-6 yang berusia 100 tahun. Luaran penelitian ini nantinya akan berupa artificial intelligence untuk pengembangan pola batik dan buku digital mengenai batik beserta filosofinya.