Teknologi AI seperti ChatGPT kini sudah jadi bagian dari aktivitas sehari-hari—mulai dari curhat, bikin CV, nulis esai, sampai bantu kerjaan kantor. Namun, di balik kemudahannya, ada risiko besar yang perlu kamu waspadai.
Jennifer King dari Stanford Institute for Human-Centered AI mengingatkan: jangan pernah membagikan lima jenis informasi penting berikut ke ChatGPT. Bukan karena ChatGPT “jahat,” tapi karena sistemnya memang tidak dirancang untuk menyimpan data pribadi dengan aman.
Apa saja informasi yang sebaiknya dihindari?
-
Data Pribadi
Nomor KTP, alamat rumah, tanggal lahir, atau nomor telepon sebaiknya jangan diketikkan ke ChatGPT. Sekali data masuk, kamu kehilangan kendali atas informasi itu. -
Informasi Keuangan
Jangan pernah masukkan nomor rekening, kartu kredit, atau data transaksi. Risikonya besar kalau sampai bocor. -
Rekam Medis
ChatGPT bukan dokter dan tidak terikat aturan kerahasiaan medis. Kalau ingin bertanya soal kesehatan, pastikan data identitas dihapus terlebih dahulu. -
Data Pekerjaan atau Klien
Saat pakai ChatGPT buat bantu kerjaan, pastikan tidak ada informasi rahasia perusahaan atau klien yang ikut diketik. Bisa melanggar aturan dan kontrak kerja. -
Informasi Login
Username dan password jangan pernah dimasukkan ke ChatGPT. Gunakan aplikasi manajemen password yang aman dan terpercaya.
ChatGPT itu canggih, tapi tetap ada batasannya. Anggap saja kamu sedang ngobrol dengan kolega pintar, bukan dokter, bukan HRD, apalagi brankas data. Jadi, untuk urusan sensitif, simpanlah di tempat yang benar-benar aman.