UMM METAVERSE hingga AI Batik GAN Hadir dengan Inovasi Terbaru dalam Pameran Batik Sudagaran di Yogyakarta 2023!

Malang, 12 Oktober 2023 – Pameran Batik Sudagaran 2023, yang berlangsung di Sudagaran Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada tanggal 3 hingga 8 Oktober 2023, telah sukses besar! Dengan meninggalkan jejak prestasi dalam kolaborasi teknologi dan keindahan batik. Acara yang menjadi pusat perhatian pecinta batik ini tidak hanya menghadirkan karya seni batik yang memukau, tetapi juga melibatkan inovasi teknologi terkini. Pameran ini menjadi tonggak sejarah dengan menggandeng Center of Excellence (COE) UMM Metaverse dan AI Batik GAN (Generative Adversarial Network), sebuah kolaborasi hebat antara perwakilan Informatika UMM dan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI). Teknologi COE UMM Metaverse menjadi daya tarik utama dengan memberikan pengalaman luar biasa kepada pengunjung. Mereka dapat menjelajahi pameran melalui dunia maya, menghadiri workshop virtual. Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi di era modern. Dan inovasi teknologi lainnya yang tak kalah memukau ialah AI Batik GAN yang membantu menciptakan desain batik baru dengan sentuhan modern. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, para seniman dapat menghasilkan karya yang unik dan berbeda, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional batik. Dalam kata sambutannya, perwakilan dari PPBI menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang luar biasa dari semua pihak yang telah turut serta dalam kesuksesan acara ini. “Pameran Batik Sudagaran 2023 bukan hanya tentang memamerkan keindahan batik, tetapi juga tentang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui inovasi teknologi. Kolaborasi dengan Informatika UMM dan penerapan teknologi COE UMM Metaverse serta AI Batik GAN adalah langkah besar menuju pelestarian dan pengembangan warisan budaya kita.” Para pengunjung juga memberikan respon positif terhadap integrasi teknologi dalam pameran ini. Mereka merasa terlibat lebih dalam dan dapat merasakan keajaiban tradisi batik yang dihidupkan kembali melalui sentuhan modern. Pameran Batik Sudagaran 2023 telah membuktikan bahwa dengan kreativitas dan inovasi, warisan budaya dapat terus berkembang dan tetap relevan di era digital. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung acara ini, menjadikannya sebuah peristiwa bersejarah yang tidak akan terlupakan dalam dunia seni dan teknologi di Indonesia.

Dosen dan Mahasiswa Informatika UMM Raih Juara 2 dalam Kompetisi Artificial Intelligence Innovation Summit 2023 dengan Teknologi Revolusioner: Batik GAN

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi yang membanggakan dalam kancah teknologi nasional. Pada ajang kompetisi AI Innovation Summit 2023 yang digelar di Jakarta International Expo pada Kamis, 10 Agustus 2023. Kolaborasi antara Dosen dan Mahasiswa  berhasil memukau para juri dan peserta dengan inovasi luar biasa dalam dunia kecerdasan buatan. Tim yang terdiri dari Agus Eko Minarno, Yufis Azhar serta mahasiswa berbakat Toton Dwi Antoko dari Jurusan Informatika UMM berhasil meraih juara 2 dalam kategori Pengembangan Tools GEN-AI dengan teknologi revolusioner yang disebut “Batik GAN.” Batik GAN: Menggabungkan Kecerdasan Buatan dan Kekayaan Budaya Batik GAN merupakan hasil integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan kekayaan budaya Indonesia. Tim Dosen dan Mahasiswa Informatika UMM telah berhasil mengembangkan teknologi yang menghasilkan pola batik secara otomatis menggunakan Generative Adversarial Networks (GAN), sebuah pendekatan dalam deep learning yang memungkinkan algoritma pembelajaran mesin bekerja bersama untuk menciptakan desain autentik tanpa batasan kreativitas. Proses Batik GAN dimulai dengan memberikan ribuan contoh batik tradisional ke dalam algoritma. Selama tahap pelatihan, dua komponen utama GAN yaitu generator dan diskriminator bekerja secara dinamis. Generator bertugas menciptakan pola batik baru, sementara diskriminator belajar untuk membedakan antara batik asli dengan batik buatan. Proses ini dilakukan secara berulang hingga menghasilkan pola batik yang memukau. Keberhasilan dan Proses Kompetisi Kompetisi AI Innovation Summit 2023 menarik minat dari 59 peserta dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya berhasil menjadi finalis dalam kategori Pengembangan Tools GEN-AI, dan hanya 4 finalis yang berhasil lolos dalam kategori tersebut. Batik GAN UMM berhasil menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan meraih posisi juara 2. Prestasi ini menunjukkan keunggulan dan inovasi dari program studi Informatika UMM dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk menjaga dan memajukan kekayaan budaya Indonesia. Masa Depan Batik GAN: Versi 2 dan Kolaborasi Setelah merilis Batik GAN versi 1 yang sukses, tim dosen UMM tidak berhenti di situ. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ini dengan merilis Batik GAN versi 2. Pada versi berikutnya, tim akan berfokus pada pengembangan pola motif nitik, kawung, ceplok, parang, dan semen, menggali lebih dalam lagi ke dalam keindahan dan kerumitan batik Indonesia. Tim Batik GAN UMM juga sangat terbuka untuk kolaborasi dan riset lebih lanjut. Mereka mengundang semua pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berpartisipasi dalam mengembangkan dan memajukan Batik GAN agar dapat semakin memberikan kontribusi yang besar bagi dunia kecerdasan buatan dan juga pelestarian budaya. Informasi lebih lanjut mengenai Batik GAN dapat ditemukan melalui laman resmi Universitas Muhammadiyah Malang di batik.umm.ac.id.

Wadahi Informasi Penelitian dan Proyek-Proyek Unggulan Program Studi Informatika, Laboratorium Informatika Universitas Muhammadiyah Malang Kembangkan Web Riset

Sistem Informatics Research Center di Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi platform penting bagi mahasiswa dan dosen Informatika untuk melakukan penelitian. Sistem ini menampilkan proyek-proyek unggulan yang berasal dari Lab-Informatika UMM, yang mencakup berbagai bidang seperti Data Science, Software Engineering, Network Security, dan Smart Game. Salah satu contoh proyek yang menarik adalah penggunaan Data Science untuk menghasilkan pola-pola batik berdasarkan patch. Agus Eko Minarno, Kepala Laboratorium Informatika UMM, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan generasi pola batik secara otomatis berdasarkan data yang ada. Untuk mempublikasikan penelitian dan proyek-proyek dalam Sistem Informatics Research Center, para peneliti harus melalui tahapan seleksi yang ketat. Hanya penelitian dan proyek yang dianggap unggulan yang akan dipilih untuk dipublikasikan di sistem ini. Proses seleksi akan dilakukan oleh tim penyeleksi yang akan mengevaluasi kualitas dan potensi penelitian serta proyek yang diajukan sebelum dipublikasikan di Informatics Research Center. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya penelitian dan proyek terbaik yang mendapatkan kesempatan untuk diakses oleh masyarakat luas. Sistem Informatics Research Center diharapkan dapat mendorong kolaborasi, inovasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang-bidang yang relevan di lingkungan akademik Program Studi Informatika UMM. Web Riset dapat diakses melalui alamat url: https://riset.informatika.umm.ac.id/

Didukung Oleh Dewan Ahli PPBI Sekar Jagad dan Para Kolektor, Dosen Informatika UMM Lakukan Penelitian Untuk Motif Batik Nitik

Batik adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kain bercorak atau bermotif yang dibuat menggunakan teknik resist dengan memakai material lilin. Batik juga merupakan salah satu hasil karya Bangsa Indonesia yang memadukan seni dan teknologi dari leluhur Bangsa Indonesia. Batik sebenarnya adalah salah satu produk sandang yang telah berkembang pesat di Jawa sejak ratusan tahun lalu. Tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia yang memiliki nilai universal. Pengakuan ini sekaligus menjadi pengukuhan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlanjutannya. Batik memiliki banyak macam corak dan motif yang khas seperti motif parang, kawung, truntum, dan banyak lagi. Setiap motif batik memiliki makna, cerita, dan simbolik tersendiri yang berkaitan dengan budaya dan tradisi Indonesia. Batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian, tetapi juga sebagai bahan untuk aksesoris, dekorasi rumah, dan banyak kerajinan lainnya. Dalam penempuhan studi doktoral, dosen Prodi Informatika UMM lakukan penelitian terhadap batik. Agus Eko Minarno libatkan banyak pihak dalam penelitiannya. Penelitian yang mengangkat topik motif batik ini menargetkan 500 motif. Pihak yang terlibat seperti Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, pengrajin, dosen-dosen Informatika UMM, dan 12 kolektor batik. Penelitian yang melibatkan ribuan foto corak batik ini banyak menemukan hal-hal unik, menarik, dan fenomena yang jarang ditemukan mengenai batik itu sendiri. Dalam pengumpulan sampel penelitian, terdapat satu batik yang ternyata memiliki usia tertua yaitu batik Hamengku Buwono ke-6 yang berusia 100 tahun. Luaran penelitian ini nantinya akan berupa artificial intelligence untuk pengembangan pola batik dan buku digital mengenai batik beserta filosofinya.

Kembangkan Artificial Intelligence di Bidang Batik, Prodi Informatika UMM Rintis Kemitraan dengan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia dan Balai Besar Kerajinan Batik

Batik adalah budaya asli bangsa Indonesia yang merupakan perpaduan antara seni dan teknologi oleh para leluhur bangsa indonesia. Batik telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia, dan secara resmi, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) telah mengakui batik dengan dimasukkannya ke dalam daftar represntatif sebagai budaya tak-benda warisan manusia. Senin pagi (30/5) Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menuju ke Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad yang berlokasikan di Yogyakarta. “Kami kesini bertujuan untuk bekerjasama dengan pihak PPBI ini, karena kami ingin merintis kemintraan, dan kedepan akan mengumpulkan dataset untuk kebutuhan pengembangan Kecerdasan Artifisial atau AI (Artificial Intelligence-red). Dataset Batik ini nanti dipergunakan juga untuk kegiatan pendidikan/pembelajaran di perkuliahan atau juga untuk riset terkait batik” ucap Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom, M.Cs selaku Ketua Prodi Informatika UMM. Berdasarkan hasil diskusi ternyata PPBI Sekar Jagad menyambut baik tawaran kemitraan Prodi Informatika bahkan menawarkan beberapa rencana kerja yang dapat dikolaborasikan. Salah satunya seperti mendigitalisasi salah satu buku batik dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Informatika UMM. Prodi Informatika juga ingin melanjutkan riset terkait dengan penerapan AI di bidang batik serta menjadikannya sebagai Projek Independen bagi mahasiswa sebagai bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang kemudian dapat dikonversikan kedalam SKS mata kuliah ataupun hal yang lain seperti Tugas Akhir (TA). Kemudian pada Selasa pagi (31/5) Prodi Informatika UMM juga mengunjungi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian Indonesia yang juga berlokasi di Yogyakarta. “Tujuan kami masih dalam rangka rintisan kemitraan untuk gathering informasi terkait riset AI di bidang batik. Selain kami juga masih melakukan pengumpulan dataset batik, dan juga ingin mengetahui terkait produk teknologi BBKB” ujar Galih. Berdasarkan hasil kunjugan ke BBKB, pihak BBKB membuka peluang kolaborasi penelitian dan magang serta menyediakan dataset yang dapat dipergunakan untuk riset atau projek independen mahasiswa Informatika UMM. BBKB juga mendemonstrasikan beberapa aplikasi dibidang batik yang dimiliki, diantaranya Batik Analyzer dan Nadin. Batik Analyzer ini digunakan untuk mengklasifikasi jenis batik tulis, cap, print, dan lain sebagainya. Sedangkan aplikasi Nadin diperuntukan untuk pencocokan warna atau color matching dari bahan pewarna alami, yang akan digunakan sebagai pewarna batik. Merujuk pada hasil diskusi, pihak BBKB juga menawarkan kerjasama dengan prodi Informatika UMM untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi tersebut. “Berangkat dari hal ini, kunjungan ini membuka peluang para mahasiswa Informatika UMM untuk ikut serta dalam pengembangan aplikasi-aplikasi BBKB. Harapannya agar mereka bisa menambah pengalaman dan kompetensi mahasiswa” ucap Galih terkait hal tersebut. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Prodi 1 dan 2, Kepala Laboratorium dan Koordinator MBKM Prodi Informatika UMM. (CCP)