Cloud Computing Jadi Tulang Punggung Digitalisasi, Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi komputasi awan (cloud computing) semakin menjadi kebutuhan penting bagi sebagian besar perusahaan di tengah era digitalisasi. Kemampuannya dalam menghadirkan layanan komputasi berbasis internet membuat sebagian besar perusahaan bermigrasi ke teknologi ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional. Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing? Komputasi awan bekerja dengan mengandalkan jaringan pusat data yang tersebar secara global. Alih-alih menyimpan data dan menjalankan aplikasi di komputer atau server lokal, pengguna dapat mengaksesnya melalui internet dengan model berbasis langganan atau “bayar sesuai penggunaan”. Ada tiga model utama layanan cloud: Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS) – Menyediakan infrastruktur virtual seperti server, penyimpanan, dan jaringan. Platform sebagai Layanan (PaaS) – Menyediakan platform untuk pengembangan aplikasi tanpa perlu mengelola infrastruktur sendiri. Software as a Service (SaaS) – Layanan berbasis cloud yang dapat langsung digunakan, seperti Google Workspace atau Microsoft 365. Keuntungan dan Tantangan Cloud Computing Keuntungan utama dari teknologi ini adalah skalabilitas yang tinggi dan efisiensi biaya. Namun, tantangan seperti keamanan data dan ketergantungan pada koneksi internet masih menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan.
Bersama Para Developer: Jatim Developer Day 2024 Sukses Gelar Event Inspiratif di UMM!

Malang, 2 November 2024 – Jatim Developer Day (JDD) 2024 sukses diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara tahunan ini mengumpulkan talenta teknologi dari seluruh Jawa Timur, termasuk developer, profesional, dan mahasiswa, untuk memperkuat kolaborasi dan jaringan komunitas IT di wilayah tersebut. JDD pertama kali diadakan pada tahun 2019 melalui kolaborasi komunitas IT se-Jawa Timur dan didukung oleh industri serta startup. Tahun ini, JDD mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi: Membangun Ekosistem IT di Jawa Timur Melalui Komunitas” yang sejalan dengan visi “Jawa Timur Gerbang Nusantara Baru” dalam rangka Hari Jadi Jatim ke-79. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini didukung oleh Program Studi Informatika UMM dan Data Science Club UMM. JDD 2024 menawarkan rangkaian seminar dan workshop yang berfokus pada inovasi dan pengembangan ekosistem teknologi. Tahun ini, acara menghadirkan sepuluh kelas paralel, di antaranya kelas Web3, dua kelas AI/ML, Cyber Security, Product Design, Quality Assurance, Web Development, Mobile Development, Community, dan Cloud Computing. Selain sesi berbagi ilmu, peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli dan praktisi teknologi yang hadir sebagai pembicara. Momen ini dimanfaatkan peserta untuk memperluas wawasan serta memperkuat kolaborasi antar komunitas IT di Jawa Timur, dengan harapan terciptanya solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat sinergi, Jatim Developer Day 2024 diharapkan menjadi penggerak dalam memajukan teknologi di Jawa Timur dan mendukung provinsi sebagai penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN). Program Studi Informatika UMM berkomitmen untuk terus mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi informasi di daerah, serta berperan aktif dalam mencetak talenta yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.