Tim “Kulkas Tiga Pintu” Sabet Juara 3 di ACADefance Challenge 2025!

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam ajang bergengsi ACADefance Challenge 2025 yang diselenggarakan oleh ACAD CSIRT, tim “Kulkas Tiga Pintu” berhasil meraih Juara 3 pada divisi Cyber Security. Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa berbakat, yaitu Sutrisno Adit Pratama dan Bimo Yudistira Ariel dari angkatan 2022, serta Muhammad Salman Al. F dari angkatan 2021. ACADefance Challenge merupakan kompetisi nasional yang menantang para peserta untuk menyelesaikan simulasi penanganan insiden keamanan siber. Diperlukan kemampuan teknis tinggi, kerja sama tim, serta pemikiran strategis dalam menghadapi berbagai skenario siber yang kompleks. Keberhasilan tim “Kulkas Tiga Pintu” menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Informatika UMM memiliki kompetensi dan semangat juang tinggi di bidang keamanan siber. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UMM, khususnya Program Studi Informatika. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang, berprestasi, dan membawa nama baik UMM di kancah nasional maupun internasional. Selamat kepada para pemenang! Terus melaju dan harumkan nama Informatika UMM di kancah nasional maupun internasional!
Keamanan Siber: Pilar Utama Perlindungan Informasi di Era Digital

Di era digital saat ini, keamanan siber atau cybersecurity telah menjadi salah satu aspek krusial dalam dunia teknologi informasi. Setiap hari, jutaan data berpindah antar sistem, jaringan, dan perangkat melalui internet. Sayangnya, perkembangan ini juga diiringi dengan meningkatnya potensi serangan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti peretas, penyebar malware, hingga pelaku pencurian data. Oleh karena itu, penting bagi setiap organisasi, pemerintah, dan individu untuk memiliki kesadaran dan perlindungan siber yang memadai. Cybersecurity mencakup serangkaian praktik, teknologi, dan proses yang dirancang untuk melindungi sistem komputer, jaringan, perangkat lunak, dan data dari serangan digital. Tujuan utamanya adalah menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) data atau dikenal sebagai CIA Triad. Tanpa keamanan siber yang baik, sistem informasi rentan terhadap manipulasi, penyadapan, atau bahkan kehancuran total oleh pihak ketiga. Ancaman terhadap keamanan siber sangat beragam dan terus berkembang. Serangan seperti phishing, ransomware, denial-of-service attack (DoS), hingga SQL injection menjadi teknik umum yang digunakan oleh penyerang untuk mengeksploitasi kerentanan sistem. Banyak serangan dilakukan secara otomatis dengan bantuan bot atau skrip yang mampu mencari celah keamanan di berbagai sistem yang terhubung ke internet. Bahkan, perangkat Internet of Things (IoT) pun kini tidak luput dari incaran pelaku kejahatan siber. Penting bagi mahasiswa Informatika untuk memahami prinsip dasar dan praktik keamanan siber. Mata kuliah ini biasanya mencakup materi tentang kriptografi, keamanan jaringan, kontrol akses, serta penggunaan firewall dan sistem deteksi intrusi (IDS). Tidak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk mengenali berbagai jenis serangan siber dan cara mitigasinya, serta memahami pentingnya pembaruan sistem dan kebijakan keamanan yang ketat dalam organisasi. Kesadaran pengguna juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan siber. Banyak serangan berhasil bukan karena lemahnya sistem teknologi, melainkan karena kelalaian manusia, seperti menggunakan kata sandi yang mudah ditebak atau mengklik tautan yang mencurigakan. Oleh sebab itu, edukasi kepada pengguna akhir menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi keamanan siber yang efektif. Dengan semakin banyaknya data pribadi, finansial, dan rahasia perusahaan yang disimpan secara digital, keamanan siber tidak lagi menjadi opsi, melainkan kebutuhan. Masa depan teknologi akan sangat ditentukan oleh seberapa baik sistem informasi mampu bertahan dari ancaman yang terus berkembang. Oleh karena itu, keamanan siber menjadi bidang penting yang harus dipahami dan dikuasai oleh setiap lulusan Informatika.
Tips Membuat Password yang Aman untuk Lindungi Data Pribadi

Dalam era digital, ancaman pembobolan data semakin mengkhawatirkan, sehingga penting bagi setiap akun untuk dilindungi dengan password yang kuat. Password yang aman sebaiknya terdiri dari kombinasi angka, huruf, dan simbol, bukan tanggal lahir atau informasi pribadi lainnya yang mudah ditebak. Pengertian Password dan Fungsinya Password adalah sekumpulan karakter yang digunakan untuk mengakses sistem atau aplikasi dengan tujuan menjaga keamanan data. Agar data tetap aman, penting untuk mengganti password secara berkala. Panduan Membuat Password yang Aman Gunakan Kombinasi Karakter Unik Hindari menggunakan password yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir. Kombinasikan simbol, angka, dan huruf untuk membuat password lebih sulit ditebak. Jangan Gunakan Password yang Sama Menggunakan password yang sama di berbagai akun dapat memudahkan peretas mengakses beberapa akun sekaligus. Simpan password di tempat yang aman jika khawatir lupa. Buat Password yang Panjang Password yang panjang, minimal 6-8 karakter, lebih aman. Beberapa ahli bahkan menyarankan password sepanjang 13-20 karakter untuk perlindungan lebih baik. Hindari Kata yang Ada di Kamus Peretas sering menggunakan teknik dictionary attack untuk menebak password. Hindari kata-kata yang mudah ditemukan di kamus atau kombinasi yang umum. Ubah Password Secara Berkala Secara rutin, ubah password untuk memastikan akun tetap aman. Disarankan mengganti password setiap bulan atau setidaknya tiga bulan sekali. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menjaga data pribadi tetap aman dari peretas. Pastikan password yang kamu buat cukup kompleks dan selalu diperbarui untuk perlindungan maksimal.
Bersama Para Developer: Jatim Developer Day 2024 Sukses Gelar Event Inspiratif di UMM!

Malang, 2 November 2024 – Jatim Developer Day (JDD) 2024 sukses diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara tahunan ini mengumpulkan talenta teknologi dari seluruh Jawa Timur, termasuk developer, profesional, dan mahasiswa, untuk memperkuat kolaborasi dan jaringan komunitas IT di wilayah tersebut. JDD pertama kali diadakan pada tahun 2019 melalui kolaborasi komunitas IT se-Jawa Timur dan didukung oleh industri serta startup. Tahun ini, JDD mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi: Membangun Ekosistem IT di Jawa Timur Melalui Komunitas” yang sejalan dengan visi “Jawa Timur Gerbang Nusantara Baru” dalam rangka Hari Jadi Jatim ke-79. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini didukung oleh Program Studi Informatika UMM dan Data Science Club UMM. JDD 2024 menawarkan rangkaian seminar dan workshop yang berfokus pada inovasi dan pengembangan ekosistem teknologi. Tahun ini, acara menghadirkan sepuluh kelas paralel, di antaranya kelas Web3, dua kelas AI/ML, Cyber Security, Product Design, Quality Assurance, Web Development, Mobile Development, Community, dan Cloud Computing. Selain sesi berbagi ilmu, peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli dan praktisi teknologi yang hadir sebagai pembicara. Momen ini dimanfaatkan peserta untuk memperluas wawasan serta memperkuat kolaborasi antar komunitas IT di Jawa Timur, dengan harapan terciptanya solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan semangat sinergi, Jatim Developer Day 2024 diharapkan menjadi penggerak dalam memajukan teknologi di Jawa Timur dan mendukung provinsi sebagai penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN). Program Studi Informatika UMM berkomitmen untuk terus mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi informasi di daerah, serta berperan aktif dalam mencetak talenta yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.
Prodi Informatika UMM Gelar Pembukaan dan On Boarding Program Kegiatan Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA DTS) Tahun 2022

Program Fresh Graduate Academy Digital Talent Scholarship (FGA-DTS) kembali digelar. Prodi Informatika UMM kembali ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) untuk menyelenggaran FGA-DTS untuk kali ke-4. Mengawali rangkaian kegiatan pembukaan, Denar Regata Akbi, M.Kom selaku ketua pelaksana kegiatan sekaligus sebagai Sekretaris Prodi I Informatika UMM melaporkan beberapa hal terkait FGA-DTS. “Pada tahun ke-4 pelaksanaan FGA-DTS di UMM, kita telah menambah jumlah tema pelatihan yang dibuka dari awalnya 5 menjadi 8 tema. Selain itu, kita juga telah menambah jumlah instruktur dari dosen di prodi informatika UMM. Semua itu berdampak terhadap jumlah peserta yang mengikuti FGA-DTS di UMM”. Terang Denar dalam laporan yang disampaikan pada hari Jumat, 22 Juli 2022. Berdasarkan data yang diterima, jumlah pendaftar program FGA-DTS di UMM mencapai 270 orang, sedangkan yang lolos seleksi dan mengikuti pelatihan 170 orang. Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ir. Galih W. Wicaksono, M.Cs selaku Ketua Prodi Informatika UMM, kepada Kominfo RI yang telah mempercayai Prodi Informatika UMM melaksanakan program FGA DTS yang ke-4 kalinya. Menurut Galih, banyak manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program ini. Bagi program studi, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas elemen-elemen di Prodi, sehingga mampu sejajar dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu cara meningkatkan kapasitas dosen, karena pada kegiatan ini difasilitasi secara gratis untuk mengikuti kegiatan Training Of Trainer (TOT). “Akan kita tingkatkan terus di tahun-tahun mendatang, agar semua dosen bisa mengikuti atau menjadi instruktur dari program FGA DTS ini” terang Galih dalam sambutannya. Latar belakang keilmuan peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup beragam. Bukan hanya dari Prodi Informatika atau Ilmu Komputer, tetapi dari berbagai prodi lainnya. Ucapan terima kasih juga ditujukan pada Fakultas Teknik UMM yang senantiasa mendukung Program kegiatan FGA DTS ini. Turut memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan FGA-DTS, Dekan Fakultas Teknik UMM Prof. Ilyas Masudin, M.LogSCM. Ph.D. Menurut Ilyas, terdapat banyak peningkatan juga perkembangan pada program FGA-DTS tahun ini. Baik dari jumlah peserta maupun skema yang diselenggarakan. Keluaran dari kegiatan ini juga menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kualitas tinggi di bidang yang mereka ikuti dalam kegiatan ini. Ada 4 hal menurutnya yang menjadi tantangan kita kali ini yaitu Transformasi Energi, Transformasi Digital, Pangan dan Lingkungan. “Saya harap peserta dapat menghadapi perubahan-perubahan tersebut yang akan kita hadapi mendatang. Juga saya harap peserta mendapat manfaat sebesar-besarnya, dan Prodi Informatika UMM semakin elegan dalam menyelenggarakan di tahun-tahun berikutnya juga akan dipercaya oleh Kominfo untuk kegiatan FGA DTS ini” Ucapnya dalam pembukaan FGA DTS tahun 2022 ini. Di akhir sesi kegiatan pembukaan FGA-DTS, para peserta on boarding FGA-DTS tahun 2022 juga diberikan penguatan softskill oleh Afrizal Himawan selaku Praktisi sekaligus CEO CV. Humasoft Technology danPT Hummatech Digital Indonesia. Menurut Afrizal kebutuhan digital skill saat ini mencakup Coding, Web Development, UI/UX Design, Project Management, App Development, SEO, Ms. Excel, Copywriting, Social Media Marketing. Selain itu beberapa skill yang nanti akan saat diperlukan meliputi Penguasaan Konfigurasi server, Cyber Security, Data Science, Artificial Intelligence, dan Metaverse. (CCP)