Waspada! 5 Modus Penipuan Social Engineering yang Sering Menjebak Korban

Pernah dapat pesan dari “teman lama” yang tiba-tiba minta pinjaman uang? Hati-hati, bisa jadi itu bukan dia, melainkan pelaku kejahatan siber yang menyamar. Modus ini dikenal sebagai social engineering, di mana pelaku memanipulasi korban agar tanpa sadar memberikan informasi pribadi atau melakukan tindakan tertentu. Apa Itu Social Engineering?Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang memanfaatkan kelengahan manusia untuk mencuri data pribadi. Penipuan ini bisa terjadi lewat berbagai saluran: pesan teks, email, telepon, hingga situs palsu. Berikut beberapa bentuk umum social engineering yang perlu kamu waspadai: 1. Phishing Modus ini menyebar pesan palsu berisi ancaman atau informasi mendesak, seperti kabar kecelakaan keluarga, agar korban panik dan mengikuti instruksi, misalnya klik tautan atau isi formulir data. 2. Spear Phishing Lebih terarah dari phishing, spear phishing menyasar individu tertentu dengan pesan yang dipersonalisasi berdasarkan data pribadi atau posisi korban. Biasanya pelaku menyamar sebagai pihak yang dipercaya, seperti staf IT. 3. Baiting Pelaku menawarkan sesuatu yang menggiurkan seperti hadiah atau konten menarik untuk memancing korban klik tautan berbahaya. Dari situ, malware bisa langsung masuk ke perangkat korban. 4. Pretexting Pelaku berpura-pura menjadi otoritas tertentu, seperti polisi atau petugas bank, untuk memperoleh data sensitif. Dengan membangun kepercayaan, korban lebih mudah tertipu. 5. Scareware Jenis penipuan ini menyebarkan pesan ancaman palsu, biasanya berupa notifikasi virus atau kerusakan sistem, dan menyarankan korban untuk mengunduh software “penyembuh” yang ternyata justru berbahaya. Tips Aman:✅ Selalu verifikasi identitas pengirim pesan.✅ Jangan klik tautan mencurigakan.✅ Aktifkan keamanan dua langkah pada akun penting.✅ Gunakan antivirus terpercaya. Dengan mengenali taktik social engineering, kamu bisa lebih waspada dan tidak mudah jadi korban. Ingat, kejahatan siber bisa menyerang siapa saja termasuk kamu!
Virtual Reality sebagai metode pembelajaran di bidang STEM

Virtual Reality (VR) kini merevolusi metode pembelajaran di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Teknologi ini memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman praktis yang sulit dihadirkan dalam kelas tradisional. Dengan VR, mereka dapat menjelajahi dunia virtual seperti menyaksikan proses dalam komputer atau bahkan mengunjungi bulan dan Mars secara interaktif. Kemampuan VR untuk menghadirkan pengalaman mendalam membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Teknologi ini tidak hanya memikat siswa yang sudah berminat pada STEM, tetapi juga mampu menarik perhatian mereka yang sebelumnya kurang tertarik. Pendekatan praktis dan interaktif yang ditawarkan VR meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, VR sangat membantu dalam memvisualisasikan konsep-konsep kompleks yang sulit dipahami melalui metode konvensional. Siswa dapat berinteraksi dengan data besar di berbagai bidang, seperti astronomi, genetika, atau klimatologi, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih nyata dan mendalam. Penerapan VR dalam pendidikan STEM menjadi langkah signifikan menuju masa depan yang lebih inovatif. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga membuka peluang baru bagi mereka untuk mengeksplorasi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.
Kuliah Tamu Perdana Informatika UMM Seputar Generative AI dan Inovasinya Bersama GITS Indonesia

Malang, 22 September 2023 – Prodi Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah tamu perdana yang menghadirkan pemateri dari GITS Indonesia. Acara ini diadakan di Aula GKB 3 dan dihadiri oleh mahasiswa baru Informatika UMM angkatan 2023, dosen Informatika, serta para staf yang bersangkutan dalam dunia teknologi dan kecerdasan buatan. Kuliah tamu perdana ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai generative artificial intelligence (AI) dan inovasinya, serta bagaimana teknologi ini dapat membentuk masa depan yang lebih cerah. Dua pemateri ahli di bidangnya diundang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam pengembangan teknologi AI yang semakin penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pemateri pertama adalah Jaka Karang Tunggal, seorang Data Analyst dari Divisi Platform Engineering di GITS Indonesia. Dalam presentasinya, Jaka membahas topik “Simplifying Tomorrow with Generative Artificial Intelligence: Building a Brighter Future” yang berfokus pada potensi AI generatif untuk menyederhanakan dan mempercepat inovasi di berbagai sektor, seperti industri, kesehatan, dan pendidikan. Peserta kuliah tamu diajak untuk memahami bagaimana AI generatif dapat menciptakan solusi baru dan merangsang perkembangan teknologi di masa depan. Pemateri kedua adalah Hariyady, seorang dosen Informatika di UMM. Dalam presentasinya yang berjudul “Kecerdasan Buatan di Balik Electroencephalography: Inovasi dalam Pengenalan Pola EEG,” Hariyady membahas penggunaan AI dalam bidang kedokteran, khususnya dalam menganalisis pola aktivitas otak melalui elektroensefalografi (EEG). Ia menjelaskan bagaimana AI dapat memainkan peran penting dalam mengidentifikasi pola EEG yang relevan untuk diagnosis dan penelitian medis. Hal ini merupakan salah satu contoh nyata bagaimana kecerdasan buatan dapat memberikan inovasi dalam bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan. Acara kuliah tamu perdana ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa baru Prodi Informatika UMM angkatan 2023 untuk memperluas pengetahuan mereka dalam dunia teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan. Kuliah tamu ini juga merupakan bukti komitmen Prodi Informatika UMM dalam memberikan pengalaman pendidikan yang beragam dan relevan bagi mahasiswa. Kami berharap akan ada acara serupa yang terus diadakan untuk menginspirasi dan memotivasi generasi muda agar berkontribusi dalam perkembangan teknologi dan inovasi di masa depan.