Kost Nih: Inovasi Marketplace Digital dari Mahasiswa Informatika UMM Siap Mempermudah Pencarian Kost

Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak prestasi luar biasa melalui Muhammad Abdullah Gymnastiar bersama tim yang berhasil melaju ke final KMI Expo 2024. Tim yang mengusung ide brilian “Kost Nih” ini mempresentasikan sebuah platform marketplace digital yang bertujuan untuk mempermudah proses penyediaan dan pencarian kost secara online, dengan fitur-fitur yang menawarkan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan transaksi bagi pengguna di seluruh Indonesia. Kost Nih bukan hanya sekadar platform pencarian kost, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan inovatif yang mendukung kebutuhan penggunanya. Dengan adanya fitur seperti “Bantu Pindah Nih” untuk jasa pindahan, “Foto In” untuk jasa foto kost, iklan kost, hingga promosi melalui influencer melalui fitur “Endors Nih”, aplikasi ini siap menjadi solusi terintegrasi. Selain itu, kolaborasi dengan penyewaan truk, mobil, dan transportasi online semakin mempermudah pengguna dalam menemukan kost yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Inisiatif yang dihadirkan tim Kost Nih ini tidak hanya membawa dampak positif untuk pasar kost, tetapi juga mendorong percepatan digitalisasi dalam sektor properti sewa-menyewa di Indonesia. Melalui inovasi ini, mahasiswa Informatika UMM membuktikan bahwa dunia teknologi mampu memberikan solusi praktis yang membawa perubahan signifikan di kehidupan sehari-hari.

DARI: Inovasi Mahasiswa Informatika yang Membawa Seni ke Dunia Metaverse

Mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang, Imelda Azaliya Rahma, Zumro’atul Afifah, Ahya Nika Salsabila, Fath’ Hana Sarla Bajsair, dan Anggiagata Widi Vransiska, berhasil melaju ke Final KMI Expo 2024 dengan memperkenalkan “DARI” (Digital Art and Information) Metaverse. Inovasi mereka menggabungkan seni dan teknologi untuk menciptakan ruang metaverse yang menawarkan pengalaman digital yang unik dan futuristik. “DARI” hadir sebagai solusi untuk tantangan dalam bidang pendidikan dan seni digital, dengan menyediakan layanan pengembangan ruang metaverse yang tidak hanya menakjubkan secara visual, tetapi juga mendalam dalam pengalaman pembelajaran dan pameran seni. Melalui sektor Pendidikan, Pameran Digital, dan Event, “DARI” memberikan manfaat luas yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga profesional di bidang kreatif. Dengan konsep yang kreatif dan visioner, “DARI” bertujuan membuka peluang besar di dunia digital. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi dan seni bisa bersinergi untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna, memberikan dampak positif pada perkembangan pendidikan dan seni digital di masa depan.

Dosen dan Mahasiswa Informatika UMM Raih Juara 2 dalam Kompetisi Artificial Intelligence Innovation Summit 2023 dengan Teknologi Revolusioner: Batik GAN

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi yang membanggakan dalam kancah teknologi nasional. Pada ajang kompetisi AI Innovation Summit 2023 yang digelar di Jakarta International Expo pada Kamis, 10 Agustus 2023. Kolaborasi antara Dosen dan Mahasiswa  berhasil memukau para juri dan peserta dengan inovasi luar biasa dalam dunia kecerdasan buatan. Tim yang terdiri dari Agus Eko Minarno, Yufis Azhar serta mahasiswa berbakat Toton Dwi Antoko dari Jurusan Informatika UMM berhasil meraih juara 2 dalam kategori Pengembangan Tools GEN-AI dengan teknologi revolusioner yang disebut “Batik GAN.” Batik GAN: Menggabungkan Kecerdasan Buatan dan Kekayaan Budaya Batik GAN merupakan hasil integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan kekayaan budaya Indonesia. Tim Dosen dan Mahasiswa Informatika UMM telah berhasil mengembangkan teknologi yang menghasilkan pola batik secara otomatis menggunakan Generative Adversarial Networks (GAN), sebuah pendekatan dalam deep learning yang memungkinkan algoritma pembelajaran mesin bekerja bersama untuk menciptakan desain autentik tanpa batasan kreativitas. Proses Batik GAN dimulai dengan memberikan ribuan contoh batik tradisional ke dalam algoritma. Selama tahap pelatihan, dua komponen utama GAN yaitu generator dan diskriminator bekerja secara dinamis. Generator bertugas menciptakan pola batik baru, sementara diskriminator belajar untuk membedakan antara batik asli dengan batik buatan. Proses ini dilakukan secara berulang hingga menghasilkan pola batik yang memukau. Keberhasilan dan Proses Kompetisi Kompetisi AI Innovation Summit 2023 menarik minat dari 59 peserta dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya berhasil menjadi finalis dalam kategori Pengembangan Tools GEN-AI, dan hanya 4 finalis yang berhasil lolos dalam kategori tersebut. Batik GAN UMM berhasil menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan meraih posisi juara 2. Prestasi ini menunjukkan keunggulan dan inovasi dari program studi Informatika UMM dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk menjaga dan memajukan kekayaan budaya Indonesia. Masa Depan Batik GAN: Versi 2 dan Kolaborasi Setelah merilis Batik GAN versi 1 yang sukses, tim dosen UMM tidak berhenti di situ. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ini dengan merilis Batik GAN versi 2. Pada versi berikutnya, tim akan berfokus pada pengembangan pola motif nitik, kawung, ceplok, parang, dan semen, menggali lebih dalam lagi ke dalam keindahan dan kerumitan batik Indonesia. Tim Batik GAN UMM juga sangat terbuka untuk kolaborasi dan riset lebih lanjut. Mereka mengundang semua pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berpartisipasi dalam mengembangkan dan memajukan Batik GAN agar dapat semakin memberikan kontribusi yang besar bagi dunia kecerdasan buatan dan juga pelestarian budaya. Informasi lebih lanjut mengenai Batik GAN dapat ditemukan melalui laman resmi Universitas Muhammadiyah Malang di batik.umm.ac.id.

Universitas Muhammadiyah Malang Hebohkan Muktamar Innovation And Technology Expo Dengan Metaverse

Muktamar Innovation and Technology Expo atau disingkat MITE merupakan salah satu bagian dari kemeriahan kegiatan Muktamar ke-48. MITE berisi inovasi teknologi yang dipamerkan oleh seluruh instansi Pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah. Program Center of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse merupakan salah satu inovasi teknologi digital yang dipamerkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang pada muktamar ke-48 ini. Sekolah metaverse sekaligus menjadi stand expo dengan pengunjung terbanyak dari enam inovasi teknologi yang disuguhkan Universitas Muhammadiyah Malang. Mengusung teknologi digital baru yang belum banyak dikembangkan, sekolah metaverse menarik banyak perhatian dengan kecanggihan yang disuguhkan. Kemampuan berinteraksi dan beraktivitas dalam dunia virtual merupakan suatu hal yang masih asing dan baru di kalangan masyarakat awam. Pameran yang digelar selama tiga hari berturut-turut, diketahui pengunjung stand sekolah metaverse sebanyak lebih dari 300 pengunjung. Pengunjung yang mencoba sekolah metaverse berasal dari beragam usia, dari anak-anak hingga dewasa telah mencoba teknologi metaverse ini. Selain peserta muktamar, pengunjung luar juga ikut mencoba menjelajahi dunia virtual dengan metaverse.

Program Center Of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse Turut Meriahkan Muktamar Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-48

Muktamar merupakan perundingan tertinggi dalam Muhammadiyah. Muktamar biasanya dipahami oleh orang awam sebagai momen regenerasi kepengurusan pimpinan pusat Muhammadiyah. Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 digelar di Surakarta Jawa Tengah selama 5 hari yaitu 17-21 November 2022. Kegiatan muktamar tahun ini dimeriahkan dengan Muktamar Fair dan Muktamar Innovation and Technology Expo. Muktamar Innovation and Technology Expo atau disingkat MITE merupakan pameran inovasi dan teknologi yang disuguhkan oleh instansi Pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah dari jenjang SMA sederajat hingga perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang menjadi perguruan tinggi dengan stand expo terbanyak yang memamerkan enam teknologi inovasi. Salah satu diantaranya yaitu program Center of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse. Sebagai bentuk inovasi teknologi digital terbaru yang belum banyak dikembangkan, sekolah metaverse menjadi pameran dengan pengunjung terbanyak di antara pameran teknologi lain yang disuguhkan Universitas Muhammadiyah Malang. Mulai dari peserta muktamar sampai pengunjung luar berbondong-bondong mengantre untuk mencoba metaverse. Pengunjung yang mencoba metaverse beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa turut mencoba metaverse. Universitas Muhammadiyah Malang memperkenalkan metaverse sebagai inovasi teknologi digital yang sangat fleksibel dalam memenuhi kebutuhan aktivitas manusia.

Prodi Informatika UMM Membuka Ruang Kolaborasi Melalui Young Tech Expo 2019

Di era disrupsi teknologi, teknologi informasi menjadi ujung tombak disegala bidang kehidupan. Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menangkap potensi ini dengan membuka ruang untuk berkolaborasi selebar-lebarnya dengan seluruh pihak. Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar Young Tech Expo 2019 bertajuk Woman and Technology, Sabtu (21/12) Pagi. Sebanyak 137 tenant dan lebih dari 400 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan beragam produk dan jasa di bidang teknologi informasi. Tidak hanya itu ada juga tenant di bidang kewirausahaan baik berupa produk makanan, produk perangkat lunak hingga berbagai jasa. Seluruh produk dan jasa yang dipamerkan dalam kegiatan ini merupakan hasil akhir dari beberapa mata kuliah seperti artificial intelligence, penulisan ilmiah dan kewirausahaan berbasis teknologi. Salah satu perwakilan panitia penyelenggara, Galih Wasis Wicaksono, M.Kom., menjelaskan bahwa Young Tech Expo 2019 adalah event tahunan yang diselenggarakan Prodi Informatika. “Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen atau bahkan lintas Prodi dan Fakultas, sehingga keilmuan, wawasan dan pengalaman mahasiswa semakin kaya, untuk menyongsong internasionalisasi Prodi yang sudah didepan mata. Hal ini sejalan dengan visi dan misi program studi informatika UMM yakni pada tahun 2030 menjadi program studi bertaraf internasional di bidang informatika dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam” tegasnya disela-sela kegiatan. Juga salah satu perwakilan panitia penyelenggara Nur Hayatin, M.Kom., yang ditemui disela-sela kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika, selain seminar terdapat pula pameran produk dan jasa di bidang teknologi informasi yang melibatkan 137 tenant dan lebih dari 400 mahasiswa. “Seminar dan pameran yang diselenggarakan hari ini merupakan salah satu perwujudan visi dan misi Prodi Informatika UMM, yakni yakni pada tahun 2030 menjadi program studi bertaraf internasional di bidang informatika dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Selain itu juga untuk menyemarakkan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, maka tema yang diusung kali ini adalah Women and Technology” ungkapnya.(*)