Pemrograman untuk Anak Sekolah: Kebutuhan atau Tren Saja?

Dalam beberapa tahun terakhir, pemrograman atau coding mulai diajarkan sejak dini di berbagai sekolah, bahkan di tingkat dasar. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah pemrograman untuk anak sekolah benar-benar sebuah kebutuhan, atau hanya sekadar mengikuti tren global? Dunia saat ini sedang bergerak cepat menuju era digital yang didominasi oleh teknologi dan otomatisasi. Dalam kondisi ini, kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah, dan memahami struktur teknologi menjadi semakin penting. Di sinilah pemrograman memainkan peran besar. Belajar coding tidak melulu soal menjadi programmer, melainkan membentuk cara berpikir yang sistematis dan kreatif. Berbagai platform seperti Scratch, Blockly, dan Minecraft Education kini tersedia untuk mengenalkan konsep pemrograman dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar mengetik kode, tetapi juga membuat game, animasi, atau aplikasi sederhana yang relevan dengan dunia mereka. Hal ini membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat inovasi sejak dini. Namun, penting juga untuk memahami bahwa tidak semua anak harus menjadi ahli coding. Yang dibutuhkan adalah memperkenalkan dasar-dasarnya agar mereka paham cara kerja teknologi yang mereka gunakan setiap hari. Pendidikan pemrograman yang ideal bukan soal mencetak jutaan programmer, tapi membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dan adaptif. Jadi, pemrograman di sekolah bukan sekadar tren sesaat. Ini adalah kebutuhan nyata dalam menyiapkan anak menghadapi masa depan yang semakin digital. Dengan pendekatan yang tepat, coding bisa menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk memahami dan bahkan menciptakan teknologi yang akan membentuk dunia esok.
Ubin Pintar Karya Mahasiswa Informatika UMM: Inovasi Listrik dari Langkah Kaki Raih Penghargaan Nasional

Mahasiswa Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan keunggulan mereka dalam bidang inovasi teknologi. Tim yang terdiri dari Tazkia Damayanti, Indri Regina Putri, dan Nur Fitri Yanti sukses meraih Juara Harapan 1 dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Tingkat Nasional (PIMTANAS) ke-4 tahun 2024. Kemenangan ini diperoleh melalui karya inovatif dalam kategori PKM-GFT, menunjukkan kreativitas mahasiswa UMM dalam merespons tantangan zaman. Proyek berjudul “Empowering Tomorrow: Inovasi Kota Pintar Hybrid Triboelectric Electromagnetic dalam Generasi Listrik Permukaan Jalan” menghadirkan konsep ubin pintar yang dapat mengubah energi langkah kaki manusia menjadi listrik terbarukan. Teknologi ini memadukan mekanisme Hybrid Triboelectric Electromagnetic, menjadikannya solusi inovatif untuk menghadirkan kota pintar yang ramah lingkungan. Gagasan ini menggarisbawahi pentingnya inovasi berkelanjutan dalam mengatasi kebutuhan energi masa depan. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan ide-ide inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengusung visi menciptakan kota pintar berbasis energi hijau, para mahasiswa ini berhasil menyoroti pentingnya teknologi yang memberikan dampak positif. Semangat dan dedikasi mereka menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan kolaborasi mampu menghadirkan perubahan signifikan di tingkat global.
Meningkatkan Kualitas Konten Digital, Prodi Informatika UMM Gelar Pelatihan Content Creator untuk Ciptakan Konten Berkualitas Global

Malang, 2 November 2024 – Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan pelatihan content creator prodi yang bertujuan untuk memperluas kemampuan penyediaan konten internasional. Kegiatan yang berlangsung di My Dormy UMM ini mengundang pemateri Bapak Bapak Asruli Setia, konten kreator kenamaan dari Info Kuliner Pandaan, sebagai pemateri utama. Sebagai ahli dalam bidang digital content creation, Pelatihan ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan produksi konten yang mampu bersaing di tingkat internasional, sejalan dengan visi prodi untuk meningkatkan eksposur dan kualitas output mahasiswa di bidang informatika. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen penting di lingkungan Prodi Informatika UMM, termasuk perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), komunitas-komunitas bidang minat, serta beberapa elemen informatika lainnya. Para peserta antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh Bapak Asruli, yang mencakup teknik pembuatan konten berkualitas tinggi, strategi pemasaran digital, dan pemanfaatan media sosial secara efektif untuk menjangkau audiens global. Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam tentang proses kreatif yang diperlukan dalam pembuatan konten digital yang sesuai dengan standar internasional. Dengan adanya pelatihan ini, Prodi Informatika UMM berharap dapat mendorong mahasiswanya untuk berinovasi dan berkompetisi dalam industri konten global. Kepala program studi menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah pelatihan, tetapi juga langkah strategis untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di era digital, khususnya dalam menciptakan konten yang relevan dan bermakna di kancah internasional.