Data Sains: Peluang Karir Tak Terbatas di Era Digital

Data sains menjadi salah satu sektor penting yang paling diminati di era saat ini. Luasnya penggunaan data dan pesatnya perkembangan internet di berbagai bidang menyebabkan kebutuhan akan ahli sains akan terus meningkat. Bidang ini berfokus pada pengolahan, analisis, dan interpretasi data untuk menghasilkan wawasan yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang lebih efisien dalam bisnis, pemerintahan, hingga riset ilmiah. Dalam data sains, keterampilan dalam machine learning, analisis statistik, serta pengolahan big data menjadi elemen penting yang harus dikuasai. Sebagai salah satu profesi utama di bidang ini, data scientist memanfaatkan berbagai alat dan teknik untuk memprediksi tren, mengidentifikasi pola, dan memberikan solusi berbasis data. Selain itu, penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang semakin berkembang memberikan kontribusi yang signifikan dalam efisiensi dan inovasi bisnis. Prospek karier di bidang data sains sangat menjanjikan dengan peran yang luas. Tidak hanya di bidang teknologi, tapi juga sampai ke sektor keuangan, kesehatan, manufaktur, dan pemerintahan. Seiring meningkatnya permintaan global akan kemampuan mengolah data, profesi data scientist dan data analyst terus berkembang menjadi salah satu pekerjaan paling bergengsi dengan gaji yang tinggi di era digital.
Angkat Topik Artificial Intelligence, Dosen Informatika UMM Raih Gelar Ph.D Dari Universitas Ternama Di Jepang

Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu bidang ilmu komputer yang difokuskan untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia. AI juga bisa diartikan sebagai sebuah simulasi kecerdasan manusia yang mengimplementasikan sistem komputer sehingga bisa memiliki sistem kerja selayaknya manusia. Pesatnya perkembangan zaman dalam bidang teknologi membuat AI sudah banyak diterapkan pada banyak sektor. Dari definisinya sendiri, AI dikembangkan dengan tujuan memudahkan aktivitas manusia. Salah satu dosen bidang minat data sains dari Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang, Setio Basuki baru saja meraih gelar Ph.D dari salah satu universitas ternama di Jepang, Toyohashi University of Technology. Dengan mengangkat topik Artificial Intelligence (AI), Setio Basuki mampu menyelesaikan studi selama tepat 3 tahun dengan program beasiswa. Penelitian Setio berfokus pada pemanfaatan AI pada peer review dari artikel ilmiah. Penelitian tersebut memiliki tujuan sebagai otomatisasi proses penilaian kualitas artikel ilmiah untuk mendapatkan hasil artikel yang sesuai dengan standar secara cepat dan tepat. Penelitian yang melibatkan lebih dari 90.000 archive paper dengan lebih dari 15 juta kalimat dari tahun 1970 hingga 2017 diproses menggunakan super komputer yang disediakan oleh laboratorium. Dengan dataset yang sangat banyak, Setio membutuhkan waktu 1 tahun untuk mengolahnya dengan super komputer. Sebagai syarat kelulusan untuk gelar Ph.D, Setio Basuki diharuskan mampu menulis 2 jurnal Q1 dengan high impact factor dan 1 good conference dalam kurun waktu 3 tahun masa studi. tepat selama 3 tahun masa studi. “Dengan budaya akademik yang disiplin di Jepang, sedikt banyak memberikan dorongan kepada saya untuk menyelesaikan studi dengan tepat waktu”, ungkap Setio Basuki ketika ditanya mengenai hal terkesan selama berkuliah di Toyohashi University of Technology. Budaya akademik yang disiplin tapi juga tetap mengutamakan rasa kemanusiaan dirasa bagus untuk diterapkan pada sistem akademik di Indonesia agar mahasiswa mampu menyelesaikan kewajibannya dengan nyaman dan tepat waktu.