7 Indikator Profesionalisme di Bidang IT

Menurut Asosiasi untuk Mesin Komputasi (ACM), ada tujuh indikator profesionalisme bagi para profesional di bidang teknologi informasi dan komunikasi adalah sebagai berikut: Kepercayaan (Trustworthiness) Profesional IT harus dapat dipercaya dalam menjaga kerahasiaan, keamanan, dan integritas data. Tanggung Jawab (Responsibility) Mereka harus bertanggung jawab atas setiap tindakan, keputusan, dan solusi yang diberikan, serta memahami dampaknya. Kompetensi (Competence) Kompetensi mencakup kemampuan teknis yang selalu diperbarui, serta keahlian yang relevan untuk memecahkan masalah secara efektif. Keadilan (Fairness) Profesional IT harus adil dan jujur dalam setiap interaksi dan keputusan, tanpa adanya diskriminasi. Kepedulian terhadap Kesejahteraan Sosial (Respect for Privacy and Well-being) Profesional IT perlu menjaga privasi dan mempertimbangkan dampak teknologi terhadap kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinan (Leadership) Mereka harus mampu menjadi pemimpin yang beretika dalam tim dan proyek, memberikan teladan positif, dan mendukung kolaborasi. Komitmen terhadap Kualitas dan Layanan (Commitment to Quality and Service) Profesional harus memiliki dedikasi terhadap kualitas pekerjaan, memberikan hasil yang andal, aman, dan memenuhi standar. Indikator-indikator ini menjadi pedoman utama untuk membentuk profesional yang tidak hanya cakap teknis tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Karir di Dunia Informatika: Peluang dan Tantangannya?

Beberapa tahun terakhir, Pemanfaatan Teknologi Informasi menjadi potensi besar dalam pembuatan kebijakan publik dan dalam karir di dunia kerja. Penelitian menyebutkan dengan menggunakan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, transparansi dalam hal pekerjaan dan pengambilan kebijakan dan keputusan publik. Saat ini pemanfaatan TI di berbagai bidang membuka banyak peluang karir, hal ini tentunya juga akan memberi banyak manfaat bagi masyarakat muda hingga berbagai usia apabila menguasainya. Namun perlu diingat bahwa penggunaan teknologi juga informasi ini juga memiliki banyak tantangan yang perlu diatasi di dalamnya. Keterbatasan Akses dan Infrastruktur, tidak semua daerah memiliki akses yang sama terhadap infrastruktur TI yang memadai, seperti akses internet yang cepat dan stabil,  menjadi keterbatasan utama saat ini. Selain itu, Keterbatasan sumber daya manusia dengan keahlian tersebut dapat menjadi kendala dalam mengambil manfaat penuh dari data. Saat ini Puslitbang Aptika -IKP (Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi dan Komunikasi publik )  mencatat sejak 2020 dibutuhkan setidaknya 129.465 SDM di bidang TIK, baik dalam implementasi Full-Stack Programmer, dan Data Analyst, Big Data Scientist.  Ini menunjukkan kurangnya koordinasi antar lembaga dan kurangnya minat akan dunia informatika. Hal ini tentu sangat disayangkan, Penelitian mencatat bahwa peluang kerja dengan income  tertinggi salah satunya adalah bidang informatika. Namun, Saat ini Biro Statistik Tenaga Kerja AS, mencatat setidaknya peluang dan minat kerja ini akan tumbuh setidaknya 19%  di tahun 2019 – 2029. Jika menjelajahi bidang kerja informatika dan teknologi ini banyak peluang karir yang menarik, hal ini belum termasuk cabang bidang yang akan berkembang, berikut adalah beberapa bidang menarik yang dapat menjadi peluang kerja mu di masa depan: Pengembang perangkat lunak Data Analyst Big Data Scientist Desainer UI/UX Cyber Security Game Developer Insinyur Perangkat keras referensi: https://knia.stialanbandung.ac.id/index.php/knia/article/view/879 https://deriota.com/news/read/1220/menggali-karir-di-era-teknologi-peluang-dan-tantangan.html

Perjalanan Calon Mahasiswa Baru Informatika bersama Prof. Masatoshi Tsuchiya dari Jepang di Informatics Welcoming Week 2023

Malang, 8 September 2023  – Hari terakhir INFORMATICS WELCOMING WEEK 2023 menjadi momen yang berkesan bagi mahasiswa baru Prodi Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan tahun 2023. Begitu juga dengan panitia dan dosen yang ikut serta dalam kegiatan acara ini. Acara yang berlangsung secara hybrid, panitia dan dosen yang hadir secara fisik di Hotel Rayz UMM dan peserta mahasiswa baru 2023 mengikuti secara virtual melalui video conference. Acara penutupan ini menampilkan pemateri spesial yang sangat dinantikan, Profesor Masatoshi Tsuchiya dari Toyohashi University of Technology, Jepang. Profesor Tsuchiya, seorang pakar dalam bidang Teknologi Informasi dengan reputasi internasional, telah memberikan pemaparan materi yang menginspirasi dengan tema “Society 5.0: History, Current Progress, and Future Directions.” Dalam pengetahuan dan pandangan luas, Prof. Tsuchiya memandu audiens dalam perjalanan evolusi teknologi informasi. Beliau menjelaskan bagaimana teknologi telah mengubah dunia dari era agraris hingga industri, dan sekarang memasuki era digital yang semakin mendalam. Pandangan sejarah ini membantu para audiens untuk memahami peran penting teknologi informasi dalam membentuk masyarakat saat ini. Namun, yang lebih mengesankan adalah langkah tujuan Prof. Tsuchiya tentang masa depan dengan konsep “Society 5.0.” Ia menjelaskan bagaimana teknologi informasi dan kecerdasan buatan akan memainkan peran sentral dalam mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Kuliah ini memotivasi para mahasiswa untuk berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif dengan teknologi. Baca Juga : Batik GAN, Karya Dosen Informatika UMM yang Juarai AI Innovation Summit 2023 Informatics Welcoming Week 2023 berakhir dengan harapan yang besar untuk masa depan calon mahasiswa baru Prodi Informatika UMM, meskipun hadir secara virtual. Semoga perjalanan akademik calon mahasiswa baru dalam meraih kesuksesan penuh dengan inspirasi, ilmu, dan prestasi. Dan terima kasih kepada Profesor Masatoshi Tsuchiya atas kontribusi luar biasanya dalam penyelenggaraan acara ini.

SIRENTA: Sistem Informasi untuk Optimalkan Rekrutmen Asisten Laboratorium Informatika Universitas Muhammadiyah Malang

Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan sistem baru bernama Sirenta yang bertujuan untuk memaksimalkan proses perekrutan asisten laboratorium Informatika. Sistem inovatif ini dirancang untuk mengoptimalkan rekrutmen yang biasanya membutuhkan waktu yang panjang dan proses yang rumit. Sirenta menawarkan solusi yang efektif dengan mengintegrasikan berbagai tahap seleksi dalam satu platform. Dengan demikian, calon asisten lab dapat mengakses tugas-tugas yang diberikan, mempersiapkan diri untuk wawancara, dan melacak perkembangan mereka melalui sistem ini. Hal ini memungkinkan para calon asisten lab untuk memahami proses rekrutmen dengan lebih baik dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua peserta. Kepala Laboratorium Informatika UMM, Agus Eko Minarno, menjelaskan tujuan di balik pengembangan Sirenta, “Kami melihat bahwa proses perekrutan asisten lab ini merupakan hal yang rutin dan memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, kami mengembangkan sistem ini untuk mengoptimalkan proses rekrutmen dan memastikan bahwa calon asisten lab memiliki akses yang lebih baik dan informasi yang lengkap.” Sistem Sirenta dapat diakses melalui alamat URL: https://infotech.umm.ac.id/sirenta/. Sirenta diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam perekrutan asisten lab di Informatika UMM. Dengan adanya sistem ini, proses perekrutan yang sebelumnya panjang dan kompleks diharapkan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif.