Dosen dan Mahasiswa Informatika UMM Raih Juara 2 dalam Kompetisi Artificial Intelligence Innovation Summit 2023 dengan Teknologi Revolusioner: Batik GAN

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi yang membanggakan dalam kancah teknologi nasional. Pada ajang kompetisi AI Innovation Summit 2023 yang digelar di Jakarta International Expo pada Kamis, 10 Agustus 2023. Kolaborasi antara Dosen dan Mahasiswa berhasil memukau para juri dan peserta dengan inovasi luar biasa dalam dunia kecerdasan buatan. Tim yang terdiri dari Agus Eko Minarno, Yufis Azhar serta mahasiswa berbakat Toton Dwi Antoko dari Jurusan Informatika UMM berhasil meraih juara 2 dalam kategori Pengembangan Tools GEN-AI dengan teknologi revolusioner yang disebut “Batik GAN.” Batik GAN: Menggabungkan Kecerdasan Buatan dan Kekayaan Budaya Batik GAN merupakan hasil integrasi antara kecerdasan buatan (AI) dan kekayaan budaya Indonesia. Tim Dosen dan Mahasiswa Informatika UMM telah berhasil mengembangkan teknologi yang menghasilkan pola batik secara otomatis menggunakan Generative Adversarial Networks (GAN), sebuah pendekatan dalam deep learning yang memungkinkan algoritma pembelajaran mesin bekerja bersama untuk menciptakan desain autentik tanpa batasan kreativitas. Proses Batik GAN dimulai dengan memberikan ribuan contoh batik tradisional ke dalam algoritma. Selama tahap pelatihan, dua komponen utama GAN yaitu generator dan diskriminator bekerja secara dinamis. Generator bertugas menciptakan pola batik baru, sementara diskriminator belajar untuk membedakan antara batik asli dengan batik buatan. Proses ini dilakukan secara berulang hingga menghasilkan pola batik yang memukau. Keberhasilan dan Proses Kompetisi Kompetisi AI Innovation Summit 2023 menarik minat dari 59 peserta dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya berhasil menjadi finalis dalam kategori Pengembangan Tools GEN-AI, dan hanya 4 finalis yang berhasil lolos dalam kategori tersebut. Batik GAN UMM berhasil menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan meraih posisi juara 2. Prestasi ini menunjukkan keunggulan dan inovasi dari program studi Informatika UMM dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk menjaga dan memajukan kekayaan budaya Indonesia. Masa Depan Batik GAN: Versi 2 dan Kolaborasi Setelah merilis Batik GAN versi 1 yang sukses, tim dosen UMM tidak berhenti di situ. Mereka berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ini dengan merilis Batik GAN versi 2. Pada versi berikutnya, tim akan berfokus pada pengembangan pola motif nitik, kawung, ceplok, parang, dan semen, menggali lebih dalam lagi ke dalam keindahan dan kerumitan batik Indonesia. Tim Batik GAN UMM juga sangat terbuka untuk kolaborasi dan riset lebih lanjut. Mereka mengundang semua pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berpartisipasi dalam mengembangkan dan memajukan Batik GAN agar dapat semakin memberikan kontribusi yang besar bagi dunia kecerdasan buatan dan juga pelestarian budaya. Informasi lebih lanjut mengenai Batik GAN dapat ditemukan melalui laman resmi Universitas Muhammadiyah Malang di batik.umm.ac.id.
Universitas Muhammadiyah Malang Hebohkan Muktamar Innovation And Technology Expo Dengan Metaverse

Muktamar Innovation and Technology Expo atau disingkat MITE merupakan salah satu bagian dari kemeriahan kegiatan Muktamar ke-48. MITE berisi inovasi teknologi yang dipamerkan oleh seluruh instansi Pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah. Program Center of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse merupakan salah satu inovasi teknologi digital yang dipamerkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang pada muktamar ke-48 ini. Sekolah metaverse sekaligus menjadi stand expo dengan pengunjung terbanyak dari enam inovasi teknologi yang disuguhkan Universitas Muhammadiyah Malang. Mengusung teknologi digital baru yang belum banyak dikembangkan, sekolah metaverse menarik banyak perhatian dengan kecanggihan yang disuguhkan. Kemampuan berinteraksi dan beraktivitas dalam dunia virtual merupakan suatu hal yang masih asing dan baru di kalangan masyarakat awam. Pameran yang digelar selama tiga hari berturut-turut, diketahui pengunjung stand sekolah metaverse sebanyak lebih dari 300 pengunjung. Pengunjung yang mencoba sekolah metaverse berasal dari beragam usia, dari anak-anak hingga dewasa telah mencoba teknologi metaverse ini. Selain peserta muktamar, pengunjung luar juga ikut mencoba menjelajahi dunia virtual dengan metaverse.