Mulai dari Sini, Raih Mimpimu! PKM Siap Mengantar Kamu Berprestasi

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kembali hadir sebagai ajang bergengsi bagi mahasiswa Indonesia untuk menunjukkan inovasi dan kreativitas mereka. Diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), PKM bertujuan mendorong pengembangan ide-ide kreatif serta kemampuan riset mahasiswa melalui proyek-proyek inovatif. 1. Apa Itu PKM? PKM adalah program nasional yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi di berbagai bidang, baik penelitian ilmiah, kewirausahaan, hingga pengabdian masyarakat. Mahasiswa diberi kesempatan untuk bekerja dalam tim dan mengajukan proposal proyek dengan dukungan dana dari pemerintah. Ada 7 bidang PKM, yaitu: PKM-P (Penelitian) PKM-K (Kewirausahaan) PKM-M (Pengabdian kepada Masyarakat) PKM-T (Teknologi) PKM-KC (Karsa Cipta) PKM-AI (Artikel Ilmiah) PKM-GFK (Gagasan Futuristik Konstruktif) 2. Membangun Kompetensi Mahasiswa Melalui PKM, mahasiswa belajar berbagai keterampilan seperti: Kepemimpinan: Bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi Efektif: Memaparkan ide dan hasil riset secara jelas. Problem-Solving: Mengidentifikasi permasalahan nyata dan memberikan solusi inovatif. Pengelolaan Proyek: Merancang dan melaksanakan proyek sesuai jadwal. PKM juga menjadi batu loncatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), yang merupakan ajang prestisius di tingkat nasional. 3. Antusiasme dan Dukungan Kampus Kampus-kampus di seluruh Indonesia mendukung penuh keikutsertaan mahasiswa dalam PKM. Mereka mengadakan pelatihan, bimbingan proposal, dan seminar untuk mempersiapkan tim dengan matang. Mahasiswa yang berhasil lolos ke PIMNAS juga sering mendapat apresiasi dan penghargaan dari kampus. 4. Pengalaman Berharga dan Karier Masa Depan Mengikuti PKM tidak hanya membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan akademik dan non-akademik, tetapi juga memperluas jaringan profesional. Banyak alumni PKM yang kini sukses di bidang kewirausahaan, riset, dan sosial, berkat pengalaman mereka selama mengikuti program ini. Kesimpulan PKM membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berprestasi. Dengan ide-ide kreatif dan dukungan kampus, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat dan membawa nama baik almamater di kancah nasional. Mari bergabung dalam PKM dan tunjukkan kreativitas Anda!
Jadi Founder Muda? Yuk, Kenali Startup dan Tantangannya di Zaman Now!

Apa Itu Startup? Startup adalah perusahaan yang baru dibangun dan biasanya punya ide keren atau inovasi untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, kalian pasti tahu aplikasi ojek online seperti Gojek atau Grab, kan? Nah, mereka adalah contoh startup yang sekarang sudah berkembang pesat. Biasanya, startup berfokus pada teknologi dan mencoba membuat hal-hal jadi lebih mudah lewat aplikasi atau layanan online. Tantangan Besar bagi Startup Membangun startup itu seru, tapi nggak mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan agar bisa sukses. Apa saja sih? Ini dia beberapa tantangan startup di zaman sekarang: 1. Persaingan Ketat Banyak startup muncul dengan ide-ide serupa. Misalnya, di bidang makanan online, bukan cuma ada satu aplikasi, tapi banyak sekali. Startup harus bekerja keras untuk membuat produk yang lebih unik atau lebih baik agar bisa dipilih oleh pengguna. 2. Butuh Modal yang Cukup Membangun aplikasi, membayar pegawai, dan mempromosikan produk butuh biaya besar. Kalau startup nggak punya dana yang cukup atau kesulitan mencari investor, mereka bisa kesulitan berkembang. 3. Perubahan Tren Cepat Anak muda zaman sekarang suka banget dengan tren baru, tapi sayangnya tren itu juga cepat berubah. Startup harus pintar menyesuaikan diri dengan tren agar produknya tetap diminati dan tidak ketinggalan zaman. 4. Keamanan dan Privasi Data Karena kebanyakan startup berhubungan dengan teknologi, mereka harus memastikan bahwa data pengguna tetap aman. Ini penting banget supaya nggak ada data yang bocor dan disalahgunakan oleh orang jahat. 5. Menjaga Kepercayaan Pengguna Pengguna adalah kunci sukses startup. Kalau pengguna kecewa dengan layanan atau produk, mereka bisa dengan mudah pindah ke kompetitor. Makanya, startup harus selalu memberikan layanan terbaik agar pengguna tetap setia. Baca Juga : 9 Startup Indonesia yang Sukses di Skala Internasional Bagaimana Startup Bisa Mengatasi Tantangan Ini? Inovasi Terus-Menerus: Startup harus selalu punya ide-ide baru untuk membuat produknya lebih baik. Cari Investor: Mereka bisa mencari investor yang mau mendanai perkembangan startup. Pahami Keinginan Pengguna: Startup harus mendengarkan masukan dari pengguna dan mengikuti tren terbaru. Fokus pada Keamanan: Dengan menjaga data pengguna tetap aman, startup bisa mendapatkan kepercayaan. Kerja Keras dan Pantang Menyerah: Membangun bisnis butuh waktu dan usaha. Kegagalan di awal itu biasa, tapi yang penting adalah terus mencoba dan belajar. Kesimpulan Membangun startup itu seperti petualangan yang penuh tantangan, tapi juga seru dan bermanfaat. Dengan ide kreatif dan kerja keras, banyak startup di Indonesia yang sudah berhasil, lho! Siapa tahu suatu hari nanti kalian juga bisa membuat startup yang keren dan membantu banyak orang!
Menginspirasi Riset dan Inovasi di Era Industri 4.0: Kuliah Tamu Informatika UMM Kupas Tuntas Potensi IoT dan SKJ

Malang, 28 September – Menyadari maraknya revolusi industri dan IoT, Program Studi Informatika, Universitas Muhammadiyah Malang, menggelar Kuliah Tamu Bidang minat SKJ. Dengan mengangkat tema “Riset & Implementasi Internet of Things (IoT)” , kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat dan ketertarikan Mahasiswa untuk dapat terus berevolusi, terutama di era revolusi industri 4.0. Membuka peluang emas bagi para peserta, acara ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Prof. Dr. Mauridhi Hery Purnomo dari ITS Surabaya dan Hanugra Aulia Sidharta S.T., M.MT dari Binus University Malang. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKB 3 UMM, Kegiatan ini mendapatkan respons positif, terbukti dari antusiasme peserta yang aktif mendengarkan dan berdiskusi dengan para pembicara. Kuliah tamu dibuka oleh Kaprodi Informatika UMM, sebelum memasuki sesi materi dari kedua narasumber yang membahas topik penting di bidang IoT dan SKJ. Dalam sesi pertama, bapak Hanugra Aulia Sidharta memaparkan materi yang menyoroti pentingnya penerapan SMART Goals dalam proses penelitian. Dengan menggunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), peneliti dapat mengarahkan upaya mereka untuk mencapai hasil yang lebih terstruktur dan efektif. Metode ini membantu dalam menentukan tujuan penelitian yang jelas, realistis, dan dapat dicapai dalam kerangka waktu tertentu, sehingga memperkuat kualitas hasil penelitian. Pada sesi kedua kuliah tamu, Prof. Dr. Mauridhi Hery Purnomo memberikan pemaparan yang komprehensif mengenai dunia Internet of Things (IoT). Beliau menjelaskan bagaimana IoT telah berkembang dan dapat diimplementasikan di berbagai sektor, termasuk industri, kesehatan, pertanian, transportasi, hingga smart city. Dengan acara kali ini para peserta dibimbing dalam memahami riset dibidang IoT. kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk mengajarkan para peserta berteori dan mengintegrasikan teori serta penerapannya dalam berbagai sektor. Tujuannya adalah untuk mendorong inovasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Acara ini diharapkan mampu membangkitkan semangat peserta dalam melakukan riset dan pengembangan diri, khususnya dalam inovasi IoT. Selain itu, kegiatan ini juga berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Informatika UMM.
UMM METAVERSE hingga AI Batik GAN Hadir dengan Inovasi Terbaru dalam Pameran Batik Sudagaran di Yogyakarta 2023!

Malang, 12 Oktober 2023 – Pameran Batik Sudagaran 2023, yang berlangsung di Sudagaran Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada tanggal 3 hingga 8 Oktober 2023, telah sukses besar! Dengan meninggalkan jejak prestasi dalam kolaborasi teknologi dan keindahan batik. Acara yang menjadi pusat perhatian pecinta batik ini tidak hanya menghadirkan karya seni batik yang memukau, tetapi juga melibatkan inovasi teknologi terkini. Pameran ini menjadi tonggak sejarah dengan menggandeng Center of Excellence (COE) UMM Metaverse dan AI Batik GAN (Generative Adversarial Network), sebuah kolaborasi hebat antara perwakilan Informatika UMM dan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI). Teknologi COE UMM Metaverse menjadi daya tarik utama dengan memberikan pengalaman luar biasa kepada pengunjung. Mereka dapat menjelajahi pameran melalui dunia maya, menghadiri workshop virtual. Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi di era modern. Dan inovasi teknologi lainnya yang tak kalah memukau ialah AI Batik GAN yang membantu menciptakan desain batik baru dengan sentuhan modern. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, para seniman dapat menghasilkan karya yang unik dan berbeda, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional batik. Dalam kata sambutannya, perwakilan dari PPBI menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang luar biasa dari semua pihak yang telah turut serta dalam kesuksesan acara ini. “Pameran Batik Sudagaran 2023 bukan hanya tentang memamerkan keindahan batik, tetapi juga tentang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui inovasi teknologi. Kolaborasi dengan Informatika UMM dan penerapan teknologi COE UMM Metaverse serta AI Batik GAN adalah langkah besar menuju pelestarian dan pengembangan warisan budaya kita.” Para pengunjung juga memberikan respon positif terhadap integrasi teknologi dalam pameran ini. Mereka merasa terlibat lebih dalam dan dapat merasakan keajaiban tradisi batik yang dihidupkan kembali melalui sentuhan modern. Pameran Batik Sudagaran 2023 telah membuktikan bahwa dengan kreativitas dan inovasi, warisan budaya dapat terus berkembang dan tetap relevan di era digital. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung acara ini, menjadikannya sebuah peristiwa bersejarah yang tidak akan terlupakan dalam dunia seni dan teknologi di Indonesia.
Kuliah Tamu Perdana Informatika UMM Seputar Generative AI dan Inovasinya Bersama GITS Indonesia

Malang, 22 September 2023 – Prodi Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kuliah tamu perdana yang menghadirkan pemateri dari GITS Indonesia. Acara ini diadakan di Aula GKB 3 dan dihadiri oleh mahasiswa baru Informatika UMM angkatan 2023, dosen Informatika, serta para staf yang bersangkutan dalam dunia teknologi dan kecerdasan buatan. Kuliah tamu perdana ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai generative artificial intelligence (AI) dan inovasinya, serta bagaimana teknologi ini dapat membentuk masa depan yang lebih cerah. Dua pemateri ahli di bidangnya diundang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam pengembangan teknologi AI yang semakin penting dalam berbagai aspek kehidupan. Pemateri pertama adalah Jaka Karang Tunggal, seorang Data Analyst dari Divisi Platform Engineering di GITS Indonesia. Dalam presentasinya, Jaka membahas topik “Simplifying Tomorrow with Generative Artificial Intelligence: Building a Brighter Future” yang berfokus pada potensi AI generatif untuk menyederhanakan dan mempercepat inovasi di berbagai sektor, seperti industri, kesehatan, dan pendidikan. Peserta kuliah tamu diajak untuk memahami bagaimana AI generatif dapat menciptakan solusi baru dan merangsang perkembangan teknologi di masa depan. Pemateri kedua adalah Hariyady, seorang dosen Informatika di UMM. Dalam presentasinya yang berjudul “Kecerdasan Buatan di Balik Electroencephalography: Inovasi dalam Pengenalan Pola EEG,” Hariyady membahas penggunaan AI dalam bidang kedokteran, khususnya dalam menganalisis pola aktivitas otak melalui elektroensefalografi (EEG). Ia menjelaskan bagaimana AI dapat memainkan peran penting dalam mengidentifikasi pola EEG yang relevan untuk diagnosis dan penelitian medis. Hal ini merupakan salah satu contoh nyata bagaimana kecerdasan buatan dapat memberikan inovasi dalam bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan. Acara kuliah tamu perdana ini merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa baru Prodi Informatika UMM angkatan 2023 untuk memperluas pengetahuan mereka dalam dunia teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan. Kuliah tamu ini juga merupakan bukti komitmen Prodi Informatika UMM dalam memberikan pengalaman pendidikan yang beragam dan relevan bagi mahasiswa. Kami berharap akan ada acara serupa yang terus diadakan untuk menginspirasi dan memotivasi generasi muda agar berkontribusi dalam perkembangan teknologi dan inovasi di masa depan.
Inovasi Mahasiswa Informatika UMM: Integrated EAS, Solusi Canggih Tangani Permasalahan Petambak Udang Vannamei

Malang, 1 Agustus 2023 – Sebuah terobosan unik datang dari mahasiswa Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2021, Imelda Azaliya dan Zumro’atul Afifah. Mereka bersama dengan rekan-rekan mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin dan Akuakultur berhasil menciptakan solusi revolusioner untuk mengatasi permasalahan petambak udang Vannamei dengan menghadirkan Integrated EAS (Emergency Alert System). Petambak udang Vannamei selama ini sering menghadapi masalah dalam menjaga kualitas air tambak yang dapat berdampak negatif pada hasil panen. Variabilitas kualitas air yang sulit diprediksi, seperti slinitas, suhu, oksigen, pH, TDS, dan Amonia, dapat menyebabkan penurunan kualitas air secara tiba-tiba, mengancam kelangsungan hidup udang, dan menyebabkan kegagalan panen. Berdasarkan laporan dari Imelda Azaliya, ia menyatakan bahwa teknologi Integrated EAS ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Kami berharap melalui teknologi ini para petambak dapat melakukan tindakan preventif sebelum kualitas air tambak menurun hingga menyebabkan kegagalan panen. Dengan demikian, produktivitas petambak udang Vannamei dapat meningkat secara signifikan,” ungkap Imelda. Integrated EAS ini memanfaatkan 6 sensor utama pemantau kualitas air tambak udang Vannamei, yaitu slinitas, suhu, oksigen, pH, TDS, dan Amonia. Teknologi ini dikembangkan dengan menggabungkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan sistem pemantauan berbasis IoT (Internet of Things). Sensor-sensor ini akan secara otomatis mengirimkan data ke aplikasi Water Quality Controlling yang dirancang oleh tim mahasiswa. Aplikasi Water Quality Controlling ini berfungsi untuk menganalisis data dari berbagai sensor dan memberikan notifikasi secara real-time kepada para petambak. Jika terdeteksi adanya penurunan kualitas air yang mencurigakan, misalnya tingkat oksigen yang rendah atau konsentrasi Amonia yang tinggi, petambak akan segera mendapatkan peringatan melalui aplikasi tersebut. Zumro’atul Afifah, juga menyatakan, “Dengan adanya sistem ini, para petambak dapat mengambil tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi masalah sebelum menjadi lebih serius. Ini dapat mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan efisiensi dalam budidaya udang Vannamei.” Integrated EAS telah diuji coba secara intensif dalam skala percobaan di beberapa tambak udang Vannamei di wilayah Malang Raya. Hasilnya menunjukkan dampak yang positif, di mana petambak dapat lebih mudah mengawasi dan mengontrol kualitas air tambak secara langsung melalui smartphone atau perangkat lainnya. Dengan harapan besar dari inovasi ini, diharapkan proyek yang telah mereka rintis berhasil dengan baik dan mampu memberikan manfaat yang besar bagi komunitas penambak udang.
Hack4ID 2023: Tim Informatika UMM Curi Banyak Perhatian di Acara Inovasi Start Up Digital Pariwisata Jawa Timur

Minggu (04/06), acara program inovasi start up digital yang diselenggarakan oleh 1000 Start Up Digital di Graha Pancacila Batu pada tanggal 3-4 Juni 2023, sektor pariwisata menjadi sorot utama dalam acara tersebut. Tidak hanya menjadi ajang pertemuan para inovator startup teknologi digital, tetapi juga menonjolkan prestasi beberapa tim dari Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim-tim tersebut berhasil memenangkan kategori bergengsi, seperti “The Most Visible” dan “The Most Futuristic”. Menariknya juga, salah satu mentor dalam acara tersebut adalah Kepala Program Studi (Prodi) Informatika UMM, Galih Wasis Wicaksono. Dalam ajang kompetisi Hack4ID, beberapa tim dari Informatika UMM berhasil menarik perhatian dengan solusi inovatif mereka di sektor pariwisata Jawa Timur. Salah satu tim yang memenangkan kategori “The Most Visible” adalah tim Start Up Menyou yang dipresentasikan oleh Ogya. Dengan bimbingan dari dosen Zamah Sari dan mentor dari 1000 Start Up Digital yaitu Albiruni Haryo, tim Menyou berhasil menyusun rangkaian platform digital aplikasi pemasaran online, untuk pemesanan dapat melalui QR Code. Selain itu, tim kedua yaitu tim DARI dari Informatika UMM yang paling mencuri perhatian dengan memenangkan kategori “The Most Futuristic” dengan solusi digital virtual tour museum menggunakan virtual reality metaverse untuk memberikan pengalaman wisata museum yang imersif . Tim ini dipresentasikan oleh Sarla dan dibina oleh dosen Hardianto Wibowo juga oleh mentor Danis Kirana. Acara Hack4ID memberikan kesempatan emas bagi para peserta untuk berinteraksi dengan investor dan perwakilan industri terkemuka. Melalui acara ini, tim-tim Informatika UMM dan peserta lainnya mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan dan mendapatkan peluang pendanaan yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan solusi-solusi inovatif yang telah mereka ciptakan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan acara Hack4ID, harapan tumbuh bahwa prestasi tim-tim Informatika UMM dalam sektor pariwisata Jawa Timur dapat mendorong pertumbuhan sektor tersebut. Keahlian dan kreativitas mahasiswa Informatika UMM yang dipimpin oleh para mentor yang berpengalaman, seperti Pak Galih Wasis Wicaksono, memberikan keyakinan bahwa mereka dapat menjadi agen perubahan dalam industri teknologi dan pariwisata di masa depan.