Malang, Kota Pendidikan dan Kota Slow Living

Malang telah diakui sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia untuk menjalani gaya hidup slow living. Ini disebabkan oleh beberapa faktor: Iklim Sejuk: Malang memiliki iklim yang sejuk dan nyaman, membuatnya ideal untuk gaya hidup yang lebih santai dan kurang stres. Biaya Hidup Rendah: Biaya hidup di Malang relatif lebih rendah dibandingkan dengan kota besar lainnya, memungkinkan orang untuk hidup dengan lebih sederhana dan hemat. Suasana Ramah: Malang terkenal dengan masyarakatnya yang ramah dan lingkungan yang asri, menambah kenyamanan hidup sehari-hari. Selain sebagai kota slow living, Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan di Indonesia. Beberapa poin utama yang mendukung Malang sebagai kota pendidikan adalah: Universitas Terkenal: Malang adalah rumah bagi beberapa universitas ternama, seperti Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang, yang menarik ribuan mahasiswa dari seluruh negeri. Fasilitas Pendidikan Lengkap: Malang memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta berbagai pusat riset dan perpustakaan. Lingkungan Belajar yang Nyaman: Dengan iklim yang sejuk dan suasana yang tenang, Malang menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para pelajar dan mahasiswa.
Panduan Manajemen Laktasi berbasis Ponsel Pintar untuk Kader Desa dan Ibu Pekerja

Melalui Program Kemitraan Masyarakat yang didukung Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Tim Pengabdi dari Universitas Muhmmadiyah Malang yang diketuai oleh Nur Hayatin, S.ST., M.Kom. dari Prodi Informatika dengan anggota tim Aini Alifatin, S.Kep., M.Kep. dari prodi Keperawatan, mengembangkan aplikasi Simomi, sebuah aplikasi panduan manajemen laktasi berbasis Android. Aplikasi Simomi dikembangkan dengan mempertimbangkan banyaknya pengguna ponsel pintar dan terbatasnya koneksi internet di Indonesia Simomi merupakan aplikasi yang dijalankan melalui ponsel pintar. Keunggulannya Simomi ini adalah bisa diakses kapan pun dan di mana pun, baik secara offline maupun online, sehingga para ibu juga kader desa dapat belajar mandiri tentang manajemen laktasi secara optimal. Pada hari Selasa, 8 Oktober 2019 lalu, tim pelaksana juga telah melakukan serah terima ruang Laktasi di kantor desa Jatikerto kec. Kromengan kab. Malang yang diserahkan oleh ketua tim pelaksana, Nur Hayatin kepada Kepala Desa Jatikerto, Muhammad Satu. Hal ini sekaligus sebagai tanda telah dilakukan kegiatan pelatihan manajemen laktasi dan penggunaan aplikasi Simomi untuk kader.