Universitas Muhammadiyah Malang Hebohkan Muktamar Innovation And Technology Expo Dengan Metaverse

Muktamar Innovation and Technology Expo atau disingkat MITE merupakan salah satu bagian dari kemeriahan kegiatan Muktamar ke-48. MITE berisi inovasi teknologi yang dipamerkan oleh seluruh instansi Pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah. Program Center of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse merupakan salah satu inovasi teknologi digital yang dipamerkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang pada muktamar ke-48 ini. Sekolah metaverse sekaligus menjadi stand expo dengan pengunjung terbanyak dari enam inovasi teknologi yang disuguhkan Universitas Muhammadiyah Malang. Mengusung teknologi digital baru yang belum banyak dikembangkan, sekolah metaverse menarik banyak perhatian dengan kecanggihan yang disuguhkan. Kemampuan berinteraksi dan beraktivitas dalam dunia virtual merupakan suatu hal yang masih asing dan baru di kalangan masyarakat awam. Pameran yang digelar selama tiga hari berturut-turut, diketahui pengunjung stand sekolah metaverse sebanyak lebih dari 300 pengunjung. Pengunjung yang mencoba sekolah metaverse berasal dari beragam usia, dari anak-anak hingga dewasa telah mencoba teknologi metaverse ini. Selain peserta muktamar, pengunjung luar juga ikut mencoba menjelajahi dunia virtual dengan metaverse.
Program Center Of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse Turut Meriahkan Muktamar Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-48

Muktamar merupakan perundingan tertinggi dalam Muhammadiyah. Muktamar biasanya dipahami oleh orang awam sebagai momen regenerasi kepengurusan pimpinan pusat Muhammadiyah. Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 digelar di Surakarta Jawa Tengah selama 5 hari yaitu 17-21 November 2022. Kegiatan muktamar tahun ini dimeriahkan dengan Muktamar Fair dan Muktamar Innovation and Technology Expo. Muktamar Innovation and Technology Expo atau disingkat MITE merupakan pameran inovasi dan teknologi yang disuguhkan oleh instansi Pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah dari jenjang SMA sederajat hingga perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang menjadi perguruan tinggi dengan stand expo terbanyak yang memamerkan enam teknologi inovasi. Salah satu diantaranya yaitu program Center of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse. Sebagai bentuk inovasi teknologi digital terbaru yang belum banyak dikembangkan, sekolah metaverse menjadi pameran dengan pengunjung terbanyak di antara pameran teknologi lain yang disuguhkan Universitas Muhammadiyah Malang. Mulai dari peserta muktamar sampai pengunjung luar berbondong-bondong mengantre untuk mencoba metaverse. Pengunjung yang mencoba metaverse beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa turut mencoba metaverse. Universitas Muhammadiyah Malang memperkenalkan metaverse sebagai inovasi teknologi digital yang sangat fleksibel dalam memenuhi kebutuhan aktivitas manusia.
Songsong Era Baru Teknologi Metaverse, Prodi Informatika UMM dan MIXPRO Kembangkan Proyek UMM Metaverse

Sampai saat ini gaung Metaverse sejak pertama kali dicetuskan Marc Zuckerberg masih dan terus bergema menjadi perbincangan di kalangan masyarakat global. Gebrakan dari inovasi industri teknologi digital ini lahir dari penggabungan dari teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality yang kemudian banyak dikenal dengan istilah Extended Reality. Metaverse membawa perubahan yang tidak hanya menciptakan era baru web 3.0, juga mendorong dunia virtual yang immersive di masa depan serta dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas. Prodi Informatika UMM bergerak cepat untuk ambil bagian dalam riset dan pengembangan Metaverse. Minggu (29/5) Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan ke MIXPRO untuk kembangkan UMM Metaverse. Salah satu proyek yang bertujuan untuk mengembangkan landscape UMM dalam dunia virtual. MIXPRO sendiri adalah perusahaan di bidang entertainment yang memiliki divisi khusus dalam mengembangkan teknologi Metaverse. “Kunjungan ini merupakan bagian dari kerjasama Prodi Informatika UMM dengan MIXPRO yang memiliki 2 tujuan, yaitu untuk pengembangan proyek UMM Metaverse dan juga untuk rintisan pendirian pusat unggulan atau Center of Excellence Sekolah Metaverse” ujar Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom, M.Cs selaku ketua Prodi Informatika UMM. Galih menjelaskan, nantinya untuk Project UMM Metaverse ini akan membuka pelibatan mahasiswa dan juga dosen dari 2 Prodi yaitu Informatika dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM. “Secara garis besar Informatika nanti akan menangani pengembangan Metaverse dari sisi perangkat lunaknya, misal dengan Unreal atau support dari sisi programmer. Sedangkan Prodi Ilmu Komunikasi akan ada di sisi dari narasi, skenario, konsep Metaverse-nya dan juga 3D artist-nya. Juga tidak menutup kemungkinan jika ada dari Prodi lain yang tertarik bergabung, kita sediakan ruang untuk kolaborasi” terangnya. Pengembangan proyek UMM Metaverse ini diharapkan dapat ditampilkan dalam gelaran Muktamar Muhammadiyah ke-48 di bulan November 2022 nanti yang akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Project UMM Metaverse, juga diharapkan mampu memberikan vibrasi positif yang kemudian nantinya akan ada mendorong proyek-proyek lanjutan untuk rekruitmen mahasiswa yang memiliki kemampuan coding yang mendukung pengembangan Metaverse bersama MIXPRO. Terkait dari tujuan selanjutnya, Galih W Wicaksono, menjelaskan terkait rencana rintisan pusat unggulan atau Center of Excellence (CoE) adalah sebagai tambahan kompetensi bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengembangkan metaverse. Sistem yang digagas berupa pelatihan selama 1 semester untuk menguatkan dari sisi programming, virtual reality, dan augmented reality yang dinamakan Metaverse Academy. Kemudian mahasiswa akan mengikuti magang di Metaverse Project yang saat ini bermitra dengan MIXPRO. “Harapannya adalah nanti mahasiswa yang sudah berpengalaman bekerja/mengembangkan produk di bidang metaverse atau bidang lainnya seperti SandBox dapat diserap oleh Industri bahkan sebelum lulus” ucap Galih. (CCP)