Atasi Kesulitan Pelayanan Administrasi dan Surat Menyurat Kelompok PMM : Mahasiswa Informatika UMM Kembangkan “Sistem Desa”

Malang, 20 April 2024 – Pada era digital, fokus utama adalah memastikan kemudahan dalam melakukan pekerjaan. Teknologi dan informasi saat ini menjadi kunci untuk mempermudah berbagai aktivitas dan pekerjaan, termasuk administrasi dan layanan publik yang berlaku. Dalam upaya meningkatkan efisiensi administrasi dan layanan surat menyurat di masyarakat Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kelompok PMM Gelombang 6 Kelompok 60 dari Universitas Muhammadiyah Malang meluncurkan layanan “Sistem Desa”. Langkah ini menjadi langkah progresif dalam mengintegrasikan teknologi untuk mengatasi tantangan administrasi di Desa Watugede. Proyek layanan “Sistem Desa” kali ini dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Informatika dan Hubungan Internasional: Misbahul Abror – 202110370311311 Jirjis Rojul Atiq – 202110370311321 Anggoro Dwi Utomo – 202110370311327 Moh. Luthfi Zain – 202110370311339 Diah Nur Wijayanti – 202210360311121 Misbahul Abror, salah satu anggota PMM mahasiswa Informatika Universitas Muhammadiyah Malang, mengungkapkan bahwa hadirnya layanan “Sistem Desa” bermula dari temuan survei sistem informasi di desa. Temuan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk pengembangan sistem administrasi desa. Layanan ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan administrasi dan pelayanan surat menyurat di kalangan masyarakat desa. Selain itu, layanan ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pelayanan publik yang lebih baik. Dirinya juga berharap Dengan kehadiran layanan ini, diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif bagi masalah administrasi dan pelayanan surat menyurat di tingkat desa. “Sistem Desa” ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Watugede melalui pelayanan publik yang lebih baik dan efisien.
Meningkatkan Literasi Digital : Mahasiswa UMM melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Panti Asuhan Ar-Ridlwan

14 Agustus 2023, Malang — Dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan literasi digital dikalangan anak-anak Panti Asuhan, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Gelombang 4 Kelompok 51 menyelenggarakan program berharga di Panti Asuhan Ar-Ridlwan. Panti Asuhan Ar-Ridlwan yang terletak di kota Batu ini menjadi saksi dari semangat belajar dan berbagi pengetahuan mengenai literasi digital yang ditularkan oleh Mahasiswa UMM. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi dan internet secara bijak. Mahasiswa UMM secara interaktif membahas konsep dasar literasi digital dengan memberikan wawasan tentang penggunaan Microsoft Office, Desain menggunakan Canva, pengaplikasian penyimpanan berbasis cloud, serta memberikan panduan bagaimana bijak dalam bersosial media. Salah satu poin penting dalam program ini adalah mereka tidak hanya belajar tentang literasi digital saja, melainkan juga mampu mengoptimalkan teknologi guna meningkatkan kemampuan kreatif mereka, sehingga teknologi secara positif dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka di masa depan. Selain itu, mereka juga diberikan informasi tentang sumber daya online yang dapat membantu mereka dalam pembelajaran dan bagaimana menggunakan internet yang bijak dan aman. Ketua Tim PMM, Zumro’atul Afifah, menyampaikan “Saya merasa sangat bangga bisa berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital di kalangan anak-anak Panti Asuhan Ar-Ridlwan ini, karena teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita, oleh karena itu generasi muda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia digital”. Reaksi positif terlihat dari anak-anak Panti Asuhan saat mereka aktif berpartisipasi dalam sesi interaktif dan mendapat kesempatan untuk bertanya langsung kepada mahasiswa UMM. “Saya merasa sangat senang karena kegiatannya tidak hanya materi saja, tapi disini saya juga dapat langsung praktik, jadi saya bisa paham” ujar Asrifah salah satu santriwati Panti Asuhan Ar-Ridlwan. Pengurus Panti Asuhan Ar-Ridlwan, Ibu Ulya Mahmudah, menyatakan, “Kegiatan ini juga menguatkan keyakinan saya bahwa memberikan akses dan pendidikan tentang teknologi adalah langkah penting dalam membantu anak-anak panti untuk mengembangkan potensi mereka”. Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Literasi digital ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Panti Asuhan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dan memastikan bahwa literasi digital menjadi bagian penting dari pembelajaran anak-anak, tanpa memandang latar belakang atau situasi kehidupan mereka.