Rekayasa Perangkat Lunak: Langkah Awal Menjadi Pengembang Aplikasi Andal

Bagi kamu calon mahasiswa baru jurusan Informatika, pasti sudah familiar dengan istilah “programming” atau “membuat aplikasi”. Tapi tahukah kamu bahwa membuat perangkat lunak bukan hanya soal menulis kode? Di sinilah peran Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menjadi penting. RPL adalah bidang yang mempelajari bagaimana merancang, membangun, dan memelihara perangkat lunak secara terstruktur, sistematis, dan efisien. Bayangkan kamu diminta membuat aplikasi seperti marketplace, sistem informasi kampus, atau bahkan game. Tanpa rencana dan proses yang teratur, proyek tersebut bisa jadi gagal di tengah jalan. RPL mengajarkan kamu bagaimana memulai dari nol, mulai dari memahami kebutuhan pengguna, membuat rancangan, hingga mengetes dan merawat aplikasi setelah selesai dibuat. Ini bukan hanya soal “ngoding”, tapi soal bagaimana menyelesaikan masalah nyata dengan teknologi. Di awal perkuliahan, kamu akan dikenalkan dengan konsep siklus hidup perangkat lunak atau Software Development Life Cycle (SDLC). Ini adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui saat membuat perangkat lunak, seperti: analisis kebutuhan, desain, implementasi (coding), pengujian, dan pemeliharaan. Kamu juga akan belajar tentang model pengembangan seperti Waterfall (bertahap), atau Agile (fleksibel dan cepat beradaptasi) yang sering digunakan di dunia industri. Selain itu, kamu akan terbiasa bekerja secara tim, karena dalam dunia nyata, perangkat lunak hampir selalu dibuat oleh tim, bukan sendiri. Kamu akan belajar bagaimana membagi tugas sebagai programmer, analis sistem, penguji (tester), atau bahkan manajer proyek. RPL juga membiasakanmu menggunakan alat bantu profesional seperti GitHub (untuk kolaborasi kode), Trello (untuk manajemen tugas), dan berbagai software pengujian. Ilmu ini sangat penting karena hampir semua industri sekarang membutuhkan perangkat lunak: rumah sakit, sekolah, perusahaan, bahkan pemerintah. Maka, lulusan informatika dengan pemahaman RPL yang kuat punya prospek karier yang luas, seperti menjadi software developer, system analyst, QA engineer, hingga tech lead di perusahaan startup maupun korporasi besar. Jadi, jika kamu tertarik masuk jurusan Informatika, pelajaran Rekayasa Perangkat Lunak akan menjadi salah satu bekal utama dalam perjalananmu membangun aplikasi atau sistem yang bermanfaat untuk masyarakat. Siapkan dirimu untuk belajar tidak hanya coding, tapi juga berpikir logis, bekerja tim, dan membangun solusi nyata lewat perangkat lunak.
Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Program Studi Informatika Angkatan 2019

Bertempat di Aula Teknik Gedung Kuliah Bersama 3, Program Studi (Prodi) Informatika Fakultas Teknik (FT) UMM menggelar acara pengenalan profil program studi kepada mahasiswa baru (maba) (14/9/2019). Sebanyak 448 maba diberi arahan untuk merubah pola pikir dari seorang siswa menjadi mahasiswa, para dosen menyampaikan bahwa kompleksitas kehidupan di bangku perkuliahan harus dibarengi dengan kesiapan pola pikir yang matang. Pembekalan diberikan sekaligus mengenalkan profil dosen, himpunan, kegiatan-kegiatan, fasilitas-fasilitas termasuk konsentrasi bidang minat Prodi Informatika, yang diantaranta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Sistem Keamanan Jaringan (SKJ), Game Cerdas (GC) dan Sains Data (SD). Ketua Prodi Informatika UMM, Ibu Gita Indah Marthasari, S.T., M.Kom. memaparkan bahwa kelengkapan program dan fasilitas di kampus dirancang untuk mendukung semua mahasiswa untuk berprestasi dan berkreasi.