Cloud Computing Jadi Tulang Punggung Digitalisasi, Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi komputasi awan (cloud computing) semakin menjadi kebutuhan penting bagi sebagian besar perusahaan di tengah era digitalisasi. Kemampuannya dalam menghadirkan layanan komputasi berbasis internet membuat sebagian besar perusahaan bermigrasi ke teknologi ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional. Bagaimana Cara Kerja Cloud Computing? Komputasi awan bekerja dengan mengandalkan jaringan pusat data yang tersebar secara global. Alih-alih menyimpan data dan menjalankan aplikasi di komputer atau server lokal, pengguna dapat mengaksesnya melalui internet dengan model berbasis langganan atau “bayar sesuai penggunaan”. Ada tiga model utama layanan cloud: Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS) – Menyediakan infrastruktur virtual seperti server, penyimpanan, dan jaringan. Platform sebagai Layanan (PaaS) – Menyediakan platform untuk pengembangan aplikasi tanpa perlu mengelola infrastruktur sendiri. Software as a Service (SaaS) – Layanan berbasis cloud yang dapat langsung digunakan, seperti Google Workspace atau Microsoft 365. Keuntungan dan Tantangan Cloud Computing Keuntungan utama dari teknologi ini adalah skalabilitas yang tinggi dan efisiensi biaya. Namun, tantangan seperti keamanan data dan ketergantungan pada koneksi internet masih menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan.

UMM kenalkan Software Tableau, Visualisasi Data Dukung Smart City

Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) menggelar workshop Tableau; Visualisasi Data untuk Mendukung Smart City yang diadakan di Gedung Kuliah Bersama (GKB 3) UMM (12/10). Agenda yang didasari oleh pentingnya penanganan Big Data, termasuk data analisis, yang semakin disadari oleh para pelaku usaha, industri, mahasiswa sampai institusi pemerintahan itu sendiri. Agenda yang digelar sehari ini mencakup pengenalan software Tableau, praktek visualisasi data (analisis visual, filter dan mapping) dan publish data (kalkulasi, story dan dashboard, dan publish Tableau) dengan dibagi menjadi dua kelas untuk umum, yakni dari instansi pemerintahan terkait dan mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Dengan menggandeng pemateri ahli praktisi data dari Platform Kata.ai Reza Primasatya, Data Scientist Indonesia Achmad Wildan Al Aziz dan Yufis Azhar, M.Kom dosen Teknik Informatika UMM yang juga berkompeten melihat peluang visualisasi dari penerapan big data melalui platfrom Tableau yang dapat mendukung terbentuknya smart City. Diikuti oleh peserta dari beberapa Pemerintahan Daerah seperti  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA & BALITBANGDA ) Kota Batu dan Pasuruan, Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Trenggalek, Bangkalan, Sidoarjo, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) Batu dan sejumlah Perguruan Tinggi yakni UNAIR, UPN, UB, dan UMM. Dalam pembukaannya, Ketua Pelaksana yang juga dosen prodi Teknik Informatika  Christian S.K.Aditya., M.kom menyatakan, Di era teknologi digital yang makin berkembang pesat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ledakan data. “Diharapkan lewat workshop ini dapat menjembatani praktisi, akademisi dan pemerintahan dalam menyongsong pembangunan kota cerdas di Indonesia” ungkapnya. Dengan menggunakan fasilitas drag dan drop tabel, grafik maupun desain lain dalam software Tableau diharapkan dapat membaca visual dan menganalisis data dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga data tidak monoton dan dapat memperoleh keputusan yang baik dalam menunjang keberadaan smart city,” tambah Yufis selaku pemateri. (yas/can)