Jaga kualitas Pembelajaran dan Praktikum di Laboratorium Informatika melalui Sistem SIMUTU

Program Studi Informatika UMM meluncurkan system Bernama SIMUTU. SIMUTU merupakan sistem yang dikembangkan khusus untuk memberikan penilaian dan evaluasi terhadap mutu fasilitas dan sumber daya yang ada di Laboratorium Informatika UMM. Dibandingkan dengan sistem-sistem lain yang sudah ada, SIMUTU berfokus pada peningkatan mutu Laboratorium Informatika UMM. SIMUTU memungkinkan para mahasiswa untuk memberikan umpan balik terkait dengan fasilitas dan sarana yang tersedia di laboratorium. Mahasiswa dapat memberikan saran atau keluhan mengenai sarana maupun prasarana, instruktur laboratorium, serta modul praktikum yang digunakan. Sistem ini memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat mereka secara langsung dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan mutu laboratorium. Agus Eko Minarno, selaku kepala Laboratorium Informatika UMM, menjelaskan bahwa SIMUTU memberikan keuntungan dalam mengetahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki untuk semester-semester mendatang. Feedback yang diberikan melalui sistem ini digunakan untuk mengevaluasi seluruh aspek yang terkait dengan Laboratorium Informatika UMM, termasuk modul, asisten, instruktur, dan fasilitas yang ada. Dalam penilaian mutu yang diberikan, SIMUTU mencakup aspek-aspek yang meliputi Penilaian dan feedback yang terkait meliputi aspek-aspek dari modul, asisten, instruktur, hingga fasilitas yang berada di Laboratorium Informatika UMM. Selain itu, SIMUTU juga memiliki manfaat bagi asisten dan instruktur laboratorium. Mereka dengan mudah dapat mengetahui umpan balik yang diberikan melalui sistem ini. Hal ini menjadi penting karena feedback tersebut dapat menjadi acuan untuk perbaikan dan pengembangan di semester selanjutnya. Dengan memperoleh informasi yang akurat mengenai apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki, asisten dan instruktur dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan mutu laboratorium dan memenuhi kebutuhan mahasiswa dengan lebih baik di masa mendatang. SIMUTU juga memberikan manfaat kepada asisten dan instruktur laboratorium. Mereka dapat melihat feedback yang diberikan melalui sistem ini sebagai acuan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan di masa depan. Dengan demikian, SIMUTU berperan penting dalam meningkatkan mutu dan kualitas Laboratorium Informatika UMM, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi para mahasiswa. SIMUTU dapat diakses melalui URL: https://infotech.umm.ac.id/simutu/
Mobile iLab: Inovasi Terbaru Praktikum di Laboratorium Informatika Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Studi Informatika kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam bidang pendidikan. Kali ini memperkenalkan Mobile iLab, sebuah sistem terintegrasi yang akan memudahkan kegiatan praktikum jurusan Informatika bagi mahasiswa, dosen, dan asisten. Mobile iLab merupakan hasil karya mahasiswa UMM yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021. Sistem MiLab ini ialah iLab versi mobile yang dimana iLab tersebut dapat diakses melalui perangkat seluler dan dapat diunduh melalui Google Play Store maupun di App Store. Sistem Mobile iLab memungkinkan mahasiswa untuk menjalankan praktikum Informatika di mana saja dan kapan saja, tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Dengan menggunakan perangkat seluler mereka, mahasiswa dapat melakukan percobaan, memprogram, dan menguji aplikasi secara langsung melalui sistem yang terintegrasi dengan baik. Hal ini memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan praktis dalam bidang Informatika. Tidak hanya bagi mahasiswa, Mobile iLab juga memberikan manfaat yang besar bagi para dosen dan asisten. Dosen dapat memantau dan mengarahkan praktikum yang sedang berlangsung secara real-time melalui sistem ini. Mereka dapat memberikan instruksi dan umpan balik kepada mahasiswa dengan mudah, bahkan jika tidak berada di ruang praktikum. Asisten juga dapat memberikan bantuan dan dukungan melalui sistem ini, sehingga mempermudah proses pembelajaran dan pengajaran. Mobile iLab diharapkan akan terus mengalami pengembangan dan penyempurnaan di masa depan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pendidikan praktikum di Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya dalam menghadirkan solusi praktikum yang modern dan efektif.
Sistem I-Lab Penunjang Praktikum Program Studi Informatika, Karya Mahasiswa Informatika Universitas Muhammadiyah Malang Sejak Tahun 2012

Sejak tahun 2012, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengembangkan sebuah sistem yang sangat membantu dalam kegiatan perkuliahan hingga saat ini. Sistem yang dikenal dengan nama I-Lab telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak awal pengembangannya. Menurut Agus Eko Minarno, kepala laboratorium Informatika, sistem ini memiliki manfaat besar bagi dosen dan asisten laboratorium dalam proses pengajaran dan penilaian. Sistem I-Lab mampu memenuhi semua kebutuhan yang ada di laboratorium, termasuk praktikum, peminjaman ruangan laboratorium dan peralatan, serta sistem penilaian untuk umpan balik terhadap fasilitas dan infrastruktur laboratorium. “Tujuan utama I-Lab sebenarnya adalah untuk praktikum. Jadi, kami fokus pada pengunggahan modul, penilaian, kehadiran, dan juga penyusunan laporan bagi para dosen,” jelas Agus. Dengan adanya sistem ini, semua proses tersebut menjadi lebih mudah karena telah terintegrasi dengan baik dalam kegiatan praktikum program studi Informatika UMM. Sistem ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa, tetapi juga dosen dan admin. Dosen dapat dengan mudah mengunduh laporan penilaian sesuai dengan mata kuliah yang mereka ajar. Sementara itu, semua informasi terkait mahasiswa, mulai dari daftar hadir, tugas, modul, hingga nilai, juga tercatat dalam sistem I-Lab ini. Untuk mengakses I-Lab dapat melalui URL: https://infotech.umm.ac.id/
SIRENTA: Sistem Informasi untuk Optimalkan Rekrutmen Asisten Laboratorium Informatika Universitas Muhammadiyah Malang

Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan sistem baru bernama Sirenta yang bertujuan untuk memaksimalkan proses perekrutan asisten laboratorium Informatika. Sistem inovatif ini dirancang untuk mengoptimalkan rekrutmen yang biasanya membutuhkan waktu yang panjang dan proses yang rumit. Sirenta menawarkan solusi yang efektif dengan mengintegrasikan berbagai tahap seleksi dalam satu platform. Dengan demikian, calon asisten lab dapat mengakses tugas-tugas yang diberikan, mempersiapkan diri untuk wawancara, dan melacak perkembangan mereka melalui sistem ini. Hal ini memungkinkan para calon asisten lab untuk memahami proses rekrutmen dengan lebih baik dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua peserta. Kepala Laboratorium Informatika UMM, Agus Eko Minarno, menjelaskan tujuan di balik pengembangan Sirenta, “Kami melihat bahwa proses perekrutan asisten lab ini merupakan hal yang rutin dan memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, kami mengembangkan sistem ini untuk mengoptimalkan proses rekrutmen dan memastikan bahwa calon asisten lab memiliki akses yang lebih baik dan informasi yang lengkap.” Sistem Sirenta dapat diakses melalui alamat URL: https://infotech.umm.ac.id/sirenta/. Sirenta diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam perekrutan asisten lab di Informatika UMM. Dengan adanya sistem ini, proses perekrutan yang sebelumnya panjang dan kompleks diharapkan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif.
Hack4ID 2023: Tim Informatika UMM Curi Banyak Perhatian di Acara Inovasi Start Up Digital Pariwisata Jawa Timur

Minggu (04/06), acara program inovasi start up digital yang diselenggarakan oleh 1000 Start Up Digital di Graha Pancacila Batu pada tanggal 3-4 Juni 2023, sektor pariwisata menjadi sorot utama dalam acara tersebut. Tidak hanya menjadi ajang pertemuan para inovator startup teknologi digital, tetapi juga menonjolkan prestasi beberapa tim dari Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tim-tim tersebut berhasil memenangkan kategori bergengsi, seperti “The Most Visible” dan “The Most Futuristic”. Menariknya juga, salah satu mentor dalam acara tersebut adalah Kepala Program Studi (Prodi) Informatika UMM, Galih Wasis Wicaksono. Dalam ajang kompetisi Hack4ID, beberapa tim dari Informatika UMM berhasil menarik perhatian dengan solusi inovatif mereka di sektor pariwisata Jawa Timur. Salah satu tim yang memenangkan kategori “The Most Visible” adalah tim Start Up Menyou yang dipresentasikan oleh Ogya. Dengan bimbingan dari dosen Zamah Sari dan mentor dari 1000 Start Up Digital yaitu Albiruni Haryo, tim Menyou berhasil menyusun rangkaian platform digital aplikasi pemasaran online, untuk pemesanan dapat melalui QR Code. Selain itu, tim kedua yaitu tim DARI dari Informatika UMM yang paling mencuri perhatian dengan memenangkan kategori “The Most Futuristic” dengan solusi digital virtual tour museum menggunakan virtual reality metaverse untuk memberikan pengalaman wisata museum yang imersif . Tim ini dipresentasikan oleh Sarla dan dibina oleh dosen Hardianto Wibowo juga oleh mentor Danis Kirana. Acara Hack4ID memberikan kesempatan emas bagi para peserta untuk berinteraksi dengan investor dan perwakilan industri terkemuka. Melalui acara ini, tim-tim Informatika UMM dan peserta lainnya mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan dan mendapatkan peluang pendanaan yang dapat membantu mereka dalam mengembangkan solusi-solusi inovatif yang telah mereka ciptakan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan acara Hack4ID, harapan tumbuh bahwa prestasi tim-tim Informatika UMM dalam sektor pariwisata Jawa Timur dapat mendorong pertumbuhan sektor tersebut. Keahlian dan kreativitas mahasiswa Informatika UMM yang dipimpin oleh para mentor yang berpengalaman, seperti Pak Galih Wasis Wicaksono, memberikan keyakinan bahwa mereka dapat menjadi agen perubahan dalam industri teknologi dan pariwisata di masa depan.
Gandeng Norwegian University of Science and Technology, CoE Metaverse UMM Siap Kembangkan Program Imersif Berbasis Virtual Reality

Teknologi imersif adalah teknologi yang meleburkan batasan antara dunia nyata dan dunia maya. Istilah teknologi imersif sering digunakan untuk pengembangan teknologi yang berbasis virtual. Dengan definisinya sendiri yaitu menggabungkan dunia nyata dan dunia maya, teknologi imersif erat kaitannya dengan metaverse. Dalam pengembangannya, metaverse menggunakan virtual reality untuk menciptakan lingkungan atau ekosistem virtual yang sangat imersif. Metaverse merupakan salah satu teknologi yang baru-baru ini dikembangkan oleh banyak tech industri. Metaverse juga digadang-gadang mampu menggantikan banyak aktivitas nyata menjadi maya. Sejauh ini, metaverse masih belum banyak dikembangkan. Sehingga, banyak tech industri yang mencari tenaga developer untuk membangun teknologi metaverse mengingat peminat metaverse saat ini sangat banyak. Center of Excellence (CoE) Metaverse UMM, baru-baru ini diketahui sedang menjalin hubungan kerja sama dengan Norwegian University of Science and Technology untuk projek metaverse. Kerja sama ini diperlukan untuk memperkenalkan CoE Metaverse UMM di luar UMM, sehingga akan ada semakin banyak orang yang mencoba dan mengenal Metaverse UMM. Sabtu(4/4), Tim Metaverse UMM dan perwakilan Prodi Informatika mengadakan rapat lanjutan mengenai kerja sama proyek metaverse dengan Norwegian University of Science and Technology via daring. Pada rapat ini, kedua belah pihak membahas mengenai peningkatan avatar dalam proyek metaverse. Selain itu, pada rapat ini juga dilakukan penentuan karakter yang nantinya dapat dipilih oleh user sehingga mampu memberikan kesan nyata.
Kalahkan Mantan Perwakilan Pemprov Jatim Di Babak 16 Besar, Mahasiswa Informatika UMM Bawa Pulang Medali Juara 3 Pada Event E-FOOTBALL Campus Competition 2023

E-Sport atau olahraga elektronik adalah suatu istilah untuk kompetisi dari permainan sebuah video pemain jamak. Beberapa orang menganggap bahwa e-sport adalah permainan online yang bisa dimainkan oleh banyak orang dalam waktu yang bersamaan, berbeda, atau bahkan bermain bersama sebagai tim. Banyak yang menganggap bahwa e-sport adalah olahraga masa depan yang banyak diminati. Perlu diketahui bahwa e-sport merupakan olahraga yang sedang hits dikalangan muda-mudi. Bahkan banyak yang menjadikannya sebagai profesi untuk mendapatkan penghasilan. Banyak diantara atlet e-sport yang sukses dan handal menjadi rebutan banyak klub-klub yang rela membayar dengan nominal tinggi. Bagi para atlet e-sport mengikuti turnamen atau lomba merupakan hal yang penting dan sangat menarik sebagai bentuk mengukur kemampuan yang sudah dikuasai. E-FOOTBALL Campus Competition 2023 merupakan salah satu ajang lomba tingkat Provinsi Jawa Timur yang baru saja diselenggarakan di Kota Surabaya. Event ini diikuti oleh berbagai perwakilan kabupaten/ kota di Jawa Timur. Salah satu perwakilan Kota Malang adalah Fadhilah Akbar, mahasiswa Program Studi Informatika angkatan 2019. Dalam turnamen tersebut, Akbar telah banyak mengalahkan lawan mainnya dengan strategi yang kuat dan gesit. Akbar mengaku bahwa ketika turnamen, selain menjadi atlet ia juga merangkap posisi sebagai pendamping atlet lain dari Kota Malang. Untuk mempersiapkan turnamen ini, Akbar berlatih setiap hari dengan satu hingga dua permainan. “Ketika di 16 besar, saya juga tidak menyangka kalau bisa mengalahkan mantan perwakilan pemprov Jawa Timur”, ungkap Akbar. Setelah lolos 16 besar. Dari hasil tekun berlatih, Akbar berhasil membanggakan Kota Malang sekaligus mengharumkan nama Prodi Informatika dengan membawa pulang medali Juara 3.
Angkat Topik Artificial Intelligence, Dosen Informatika UMM Raih Gelar Ph.D Dari Universitas Ternama Di Jepang

Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu bidang ilmu komputer yang difokuskan untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia. AI juga bisa diartikan sebagai sebuah simulasi kecerdasan manusia yang mengimplementasikan sistem komputer sehingga bisa memiliki sistem kerja selayaknya manusia. Pesatnya perkembangan zaman dalam bidang teknologi membuat AI sudah banyak diterapkan pada banyak sektor. Dari definisinya sendiri, AI dikembangkan dengan tujuan memudahkan aktivitas manusia. Salah satu dosen bidang minat data sains dari Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang, Setio Basuki baru saja meraih gelar Ph.D dari salah satu universitas ternama di Jepang, Toyohashi University of Technology. Dengan mengangkat topik Artificial Intelligence (AI), Setio Basuki mampu menyelesaikan studi selama tepat 3 tahun dengan program beasiswa. Penelitian Setio berfokus pada pemanfaatan AI pada peer review dari artikel ilmiah. Penelitian tersebut memiliki tujuan sebagai otomatisasi proses penilaian kualitas artikel ilmiah untuk mendapatkan hasil artikel yang sesuai dengan standar secara cepat dan tepat. Penelitian yang melibatkan lebih dari 90.000 archive paper dengan lebih dari 15 juta kalimat dari tahun 1970 hingga 2017 diproses menggunakan super komputer yang disediakan oleh laboratorium. Dengan dataset yang sangat banyak, Setio membutuhkan waktu 1 tahun untuk mengolahnya dengan super komputer. Sebagai syarat kelulusan untuk gelar Ph.D, Setio Basuki diharuskan mampu menulis 2 jurnal Q1 dengan high impact factor dan 1 good conference dalam kurun waktu 3 tahun masa studi. tepat selama 3 tahun masa studi. “Dengan budaya akademik yang disiplin di Jepang, sedikt banyak memberikan dorongan kepada saya untuk menyelesaikan studi dengan tepat waktu”, ungkap Setio Basuki ketika ditanya mengenai hal terkesan selama berkuliah di Toyohashi University of Technology. Budaya akademik yang disiplin tapi juga tetap mengutamakan rasa kemanusiaan dirasa bagus untuk diterapkan pada sistem akademik di Indonesia agar mahasiswa mampu menyelesaikan kewajibannya dengan nyaman dan tepat waktu.
Didukung Oleh Dewan Ahli PPBI Sekar Jagad dan Para Kolektor, Dosen Informatika UMM Lakukan Penelitian Untuk Motif Batik Nitik

Batik adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kain bercorak atau bermotif yang dibuat menggunakan teknik resist dengan memakai material lilin. Batik juga merupakan salah satu hasil karya Bangsa Indonesia yang memadukan seni dan teknologi dari leluhur Bangsa Indonesia. Batik sebenarnya adalah salah satu produk sandang yang telah berkembang pesat di Jawa sejak ratusan tahun lalu. Tahun 2009, UNESCO mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia yang memiliki nilai universal. Pengakuan ini sekaligus menjadi pengukuhan batik sebagai salah satu warisan budaya dunia yang perlu dilestarikan dan dijaga keberlanjutannya. Batik memiliki banyak macam corak dan motif yang khas seperti motif parang, kawung, truntum, dan banyak lagi. Setiap motif batik memiliki makna, cerita, dan simbolik tersendiri yang berkaitan dengan budaya dan tradisi Indonesia. Batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian, tetapi juga sebagai bahan untuk aksesoris, dekorasi rumah, dan banyak kerajinan lainnya. Dalam penempuhan studi doktoral, dosen Prodi Informatika UMM lakukan penelitian terhadap batik. Agus Eko Minarno libatkan banyak pihak dalam penelitiannya. Penelitian yang mengangkat topik motif batik ini menargetkan 500 motif. Pihak yang terlibat seperti Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, pengrajin, dosen-dosen Informatika UMM, dan 12 kolektor batik. Penelitian yang melibatkan ribuan foto corak batik ini banyak menemukan hal-hal unik, menarik, dan fenomena yang jarang ditemukan mengenai batik itu sendiri. Dalam pengumpulan sampel penelitian, terdapat satu batik yang ternyata memiliki usia tertua yaitu batik Hamengku Buwono ke-6 yang berusia 100 tahun. Luaran penelitian ini nantinya akan berupa artificial intelligence untuk pengembangan pola batik dan buku digital mengenai batik beserta filosofinya.
Sambut Calon Mahasiswa Baru, Prodi Informatika UMM Bangun Chatbot untuk Layani Membludaknya Calon Peminat

Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (Prodi Informatika UMM) semakin memperkuat layanan informasi bagi mahasiswa baru dengan menghadirkan chatbot sebagai salah satu layanan unggulan di Prodi Informatika UMM. Melalui chatbot ini, diharapak calon mahasiswa baru dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan terkait proses pendaftaran, persyaratan, biaya kuliah, program studi, serta informasi lainnya seputar kampus UMM. “Chatbot ini sebenarnya bukan hal yang baru di Prodi Informatika, kami sudah mengembangkan sejak 1 tahun yang lalu dan dinamakan SAM PRI, singkatan dari Sarana Layanan Komunikasi Mahasiswa Prodi Informatika”. Terang Hardianto Wibowo, MT selaku Sekprodi II Informatika UMM. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang terbaik bagi calon mahasiswa baru. Dengan hadirnya chatbot ini, kami ingin memudahkan proses pendaftaran dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi calon mahasiswa baru dalam mengakses informasi yang dibutuhkan,” ujar Kaprodi Informatika UMM Ir. Galih Wasis Wicaksono, M.Cs. Selain penggunaan chatbot dalam layanan informasi mahasiswa baru, di bidang pendidikan Chatbot jg memberikan banyak manfaat bagi pengguna baik bagi mahasiswa, dosen, atau staf administrasi. Seperti: Mempercepat proses pelayanan, karena Chatbot mampu memproses permintaan pengguna dengan cepat dan otomatis, tanpa harus menunggu antrian atau memerlukan interaksi langsung dengan staf atau pengajar. Hal ini akan mempercepat proses pelayanan dan mengurangi waktu tunggu mahasiswa atau orang tua mahasiswa dalam menerima informasi dan layanan. Chatbot juga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi – Chatbot dapat membantu memudahkan pengelolaan administrasi, seperti pendaftaran mahasiswa baru, pengajuan permohonan beasiswa, dan lain-lain. Hal ini dapat mengurangi beban kerja staf dan memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih penting dan strategis. Manfaat lain Chatbot yaitu menyediakan layanan 24/7 – Chatbot dapat beroperasi secara otomatis dan menyediakan layanan 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan layanan kapan saja dan di mana saja, tanpa terbatas oleh jam kerja atau waktu kantor. Chatbot mampu meningkatkan interaksi antara mahasiswa dan dosen dengan menyediakan sarana untuk bertanya dan mendapatkan bantuan dalam memahami materi pelajaran. Chatbot mampu memberikan pengalaman belajar yang personal – Chatbot dapat diprogram untuk memberikan pengalaman belajar yang personal kepada mahasiswa, seperti memberikan materi yang disesuaikan dengan minat dan kebutuhan mahasiswa, memberikan ulangan online, dan memberikan umpan balik dalam waktu singkat. Chatbot juga dapat memfasilitasi pembelajaran jarak jauh – Chatbot dapat membantu memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dengan menyediakan layanan komunikasi dan konsultasi online antara mahasiswa dan dosen. Sehingga dapat menjadi pilihan solusi bagi banyak perguruan tinggi. Chatbot SAM PRI ini telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dasar/sederhana yang mampu memahami dan merespon permintaan calon mahasiswa baru dengan cepat dan akurat. Selain itu, chatbot juga dapat memberikan feedback terkait program studi Informatika UMM. Program Studi Informatika UMM terus berupaya untuk menghadirkan inovasi dan teknologi terkini guna meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan kepada mahasiswa. Dengan hadirnya chatbot ini, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi calon mahasiswa baru dalam memilih dan mendaftar program studi di UMM. (IFUMM)