Prodi Informatika Sambut Dengan Bangga Peserta Rapat Kerja Dan Bimbingan Teknis APTIKOM Th 2022

APTIKOM atau Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer merupakan sebuah bentuk kerja sama antar perguruan tinggi di bidang IT. Asosiasi ini dibentuk dengan harapan agar dapat menjadi wadah untuk mengembangkan daya saing bangsa khususnya di bidang teknologi informasi. Sejak 2002 hingga saat ini sudah ada kurang lebih 800 perguruan tinggi negeri dan swasta dengan 1500-an program studi yang tergabung dalam kelompok atau paguyuban ini. Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari berturut-turut ini dibuka oleh Wakil Rektor 1 UMM, Dekan Fakultas Teknik UMM, dan Ketua Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang. Pada sesi pembukaan, pembicara mengisi acara dengan memaparkan knowledge seputar informatika dan kenyataan capaian alumni-alumni mahasiswa Informatika di dunia industri. Materi yang dipaparkan menunjukkan data yang membuktikan bahwa kebutuhan industri terhadap mahasiswa lulusan dengan program studi rumpun Informatika sangat dibutuhkan. Dilihat dari perkembangan teknologi yang semakin cepat, perguruan tinggi sebagai tempat belajar bagi mahasiswa harus memiliki kualitas kurikulum yang mengikuti perkembangan teknologi. Keikutsertaan perubahan kurikulum sesuai dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan untuk memperoleh lulusan yang mumpuni untuk bidang-bidang Informatika terbaru yang dibutuhkan oleh industri. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa peluang bagi mahasiswa lulusan program studi rumpun Informatika memang benar memiliki peluang kerja yang luas dan beragam. Fakta tersebut juga sudah menjadi rahasia umum dalam masyarakat. Oleh karena itu, semakin tahun peminat jurusan Informatika semakin meningkat. Sehingga tenaga pendidik perguruan tinggi atau dosen dituntut untuk mampu memberikan pengajaran yang selalu up to date. (CCP)
1001 Pemanfaatan Metaverse Untuk Kegiatan Belajar Mengajar Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang

Metaverse adalah konsep dunia virtual yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai pengganti berbagai aktivitas. Metaverse merupakan sebuah teknologi Augmented Reality (AR) yang sangat memungkinkan seseorang untuk beraktivitas di dalamnya. Singkatnya, metaverse adalah dunia nyata yang di virtualkan. Maksudnya adalah metaverse dapat menjadi dunia kedua bagi seseorang. Seluruh bentuk kegiatan umum hingga spesifik dapat dilakukan melalui metaverse. Salah satu bidang yang akan sangat dimudahkan dengan adanya metaverse adalah bidang pendidikan. Bidang ini juga memiliki banyak cabang ilmu yang mana dapat memanfaatkan metaverse sebagai media pengajaran. Simulasi praktikum baik terhadap benda mati seperti mesin sampai benda hidup seperti hewan dapat dilakukan melalui metaverse. Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu jurusan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang praktikumnya banyak berhubungan langsung dengan alam. Simulasi praktikum dengan alam umumnya banyak mengeluarkan biaya yang tidak murah. Kemudian, setiap simulasi yang dilakukan tidak menjamin 100% berhasil diselesaikan dengan sempurna. Sehingga, ketika terdapat kegagalan harus diulangi kembali dari awal. Menyadari hal tersebut, Rabu (11/01) Prodi Informatika UMM melakukan sosialisasi metaverse untuk memberikan solusi terhadap pelaksanaan simulasi praktikum agar dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Sosialisasi metaverse disambut dengan sangat baik karena ternyata para dosen hingga ketua program studi Pendidikan Biologi menyadari bahwa teknologi harus diikuti untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang up to date, mudah dipahami, dan memberi kemudahan bagi kegiatan belajar mengajar. “Jadi pembelajaran yang tidak terjangkau seperti naik ke gunung, ke daerah hutan, atau daerah sungai itu bisa mengaplikasikan penggunaan metaverse” tutur Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang, Eko Susetyarini. Pernyataan Eko Susetyarini tersebut membuktikan bahwa pemanfaatan metaverse untuk Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang sangat memungkinkan. Penggunaan metaverse untuk Pendidikan Biologi dapat diterapkan dalam banyak aspek. Aktivitas mahasiswa yang berhubungan dengan alam yang sulit dijangkau akan menjadi mudah dengan menggunakan metaverse. Simulasi penelitian flora dan fauna di dasar sungai juga bisa dibuat secara virtual menggunakan metaverse. Bahkan penelitian mikroorganisme juga sangat memungkinkan untuk diciptakan dalam metaverse. (CCP)
Program Center Of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse Turut Meriahkan Muktamar Muhammadiyah Dan Aisyiyah Ke-48

Muktamar merupakan perundingan tertinggi dalam Muhammadiyah. Muktamar biasanya dipahami oleh orang awam sebagai momen regenerasi kepengurusan pimpinan pusat Muhammadiyah. Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 digelar di Surakarta Jawa Tengah selama 5 hari yaitu 17-21 November 2022. Kegiatan muktamar tahun ini dimeriahkan dengan Muktamar Fair dan Muktamar Innovation and Technology Expo. Muktamar Innovation and Technology Expo atau disingkat MITE merupakan pameran inovasi dan teknologi yang disuguhkan oleh instansi Pendidikan dibawah naungan Muhammadiyah dari jenjang SMA sederajat hingga perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang menjadi perguruan tinggi dengan stand expo terbanyak yang memamerkan enam teknologi inovasi. Salah satu diantaranya yaitu program Center of Excellence (CoE) Sekolah Metaverse. Sebagai bentuk inovasi teknologi digital terbaru yang belum banyak dikembangkan, sekolah metaverse menjadi pameran dengan pengunjung terbanyak di antara pameran teknologi lain yang disuguhkan Universitas Muhammadiyah Malang. Mulai dari peserta muktamar sampai pengunjung luar berbondong-bondong mengantre untuk mencoba metaverse. Pengunjung yang mencoba metaverse beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa turut mencoba metaverse. Universitas Muhammadiyah Malang memperkenalkan metaverse sebagai inovasi teknologi digital yang sangat fleksibel dalam memenuhi kebutuhan aktivitas manusia.
Bangun Kampus UMM di Metaverse, Prodi Informatika Kenalkan Metaverse ke Pimpinan FISIP UMM

Metaverse akhir-akhir ini sering muncul karena teknologi tersebut mampu membawa perubahan yang cukup pesat dalam segala hal. Melihat akan hal tersebut, Prodi Informatika UMM bergerak cepat untuk kembangkan teknologi tersebut dalam bidang pendidikan. Salah satu hal yang menonjol ada pada aktivitas praktikum di laboratorium. Ketua Program Studi Informatika UMM Ir. Galih W. Wicaksono, M.Cs menegaskan, “cita-cita kami di prodi informatika ini, ingin agar Metaverse ini dimanfaatkan di semua fakultas yang ada di UMM” ujarnya. Rabu pagi (19/10) Prodi Informatika UMM kenalkan Metaverse ini pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM. Banyak sekali respon positif untuk kegiatan prodi Informatika UMM tersebut. Pengenalan teknologi metaverse ini memberikan pengalaman baru, Dekan FISIP UMM Prof. Muslimin Machmud, M.Si, Ph.d menyampaikan. “Hadirnya tim Informatika di FISIP ini memberikan kami surprise karena sesuatu yang belum pernah kita bayangkan itu kita bisa mempraktekkannya disini. ternyata dalam waktu sangat cepat melalui Informatika fakultas teknik ini merespon cepat dan melakukan sosialisasi dan itu sangat penting bagi kami karena proses pendidikan itu itu tidak mungkin sekarang tidak ditopang oleh teknologi.” Terangnya. Kecanggihan metaverse ini nantinya akan sangat memudahkan aktivitas manusia. Dilihat dari tujuan diciptakannya metaverse yaitu memudahkan kegiatan manusia dengan dibuatnya dunia virtual. Dengan metaverse semua aktivitas dunia nyata dapat dibangun dan dikembangkan dalam bentuk virtual. Metaverse akan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mewujudkan dunia impiannya. Diharapkan dengan adanya teknologi metaverse ini di FISIP UMM, agar nanti mampu memberikan dampak yang sangat bagus. Karena banyak yang mengajarkan masalah-masalah sosial atau politik hanya dengan fiktif dan teori tanpa mengetahui bagaimana bentuk aslinya. Dengan teknologi ini dapat memberikan hal pengajaran tersebut ke dalam bentuk yang real/nyata. Jadi, mahasiswa-mahasiswa akan lebih meresapi bagaimana sebenarnya yang akan terjadi dengan bentuk permasalahan yang nyata tersebut. (CCP)
Gandeng Fakultas Hukum, Prodi Informatika UMM Siap Perkenalkan UMM Kampus Metaverse

Metaverse kini sudah menjadi hal yang mulai banyak digemari oleh banyak orang. Perkembangan teknologi yang cukup pesat ini, mampu munculkan metaverse yang dapat membantu segala hal menjadi lebih ringkas. Dari perkembangan itu, Prodi Informatika UMM juga telah mengembangkan teknologi tersebut untuk mempersiapkan “UMM Goes to Metaverse” seperti yang disampaikan Hardianto Wibowo selaku Sekretaris II Prodi Informatika UMM dan PIC Sekolah Metaverse. Selain itu ungkapan lain yang disampaikan Hardianto Wibowo atau yang kerap disapa Hardi, “Harapan kami kedepan untuk UMM, agar dikenal sebagai Kampus Metaverse”. Sebagai langkah awal mencapai tujuan tersebut, Prodi Informatika UMM mulai menggandeng fakultas lain di UMM untuk ikut mengembangkan Metaverse terutama pada sistem pembelajaran. Kamis pagi (13/10) Prodi Informatika UMM mengadakan kunjungan sekaligus pameran di Fakultas Hukum UMM untuk mengenalkan serta mengajak berkolaborasi untuk pengembangan metaverse dalam sistem pembelajaran terutama di sistem praktikum Fakultas Hukum UMM. Kegiatan sosialisasi metaverse kali ini dihadiri Dekan Fakultas Hukum, Dr. Tongat, M.Hum., dan sejumlah dosen FH-UMM. Dengan kesempatan mendemokan teknologi Metaverse, Prodi Informatika memaparkan kemungkinan dan keuntungan penggunaan metaverse dalam bidang hukum. Selain memudahkan proses belajar mengajar, metaverse juga menyuguhkan kecanggihan yang memungkinkan dapat membangung laboratorium virtual untuk simulasi kegiatan peradilan di dalam Metaverse. Dalam kegiatan kali ini Prodi Informatika UMM mulai mengenalkan bagaimana Metaverse itu. Kemudian memberikan kesempatan kepada Dekan serta jajaran dosen Fakultas Hukum untuk mencoba Metaverse ini. “Kalau dari mencoba tadi, saya kira sangat mungkin ya nanti peran-peran Di Dalam proses persidangan, misalnya mediasi, penyelesaian sengketa, dan sebagainya, Itu bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi ini.” Ungkap Dekan FH UMM Dr. Tongat, M.Hum.(CCP)
Kenalkan Metaverse, Prodi Informatika UMM Gelar Kuliah Perdana Bertajuk Immersive Technology with Metaverse

Metaverse adalah dunia virtual komunitas tak terbatas yang saling terhubung. Metaverse merupakan kombinasi dari beberapa elemen teknologi seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan video. Dalam dunia Metaverse, manusia dapat bertemu bahkan berinteraksi seperti layaknya pada dunia nyata. Lingkungan virtual yang diciptakan di Metaverse diprediksi kedepan dapat melahirkan perubahan besar di dunia. Hal tersebut akan berdamapak pada sistem pendidikan, pemerintahan, bahkan dunia pariwisata bisa terpengaruh jika nantinya Metaverse ini sudah berkembang. Jumat pagi (30/09) Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan kuliah perdana dengan topik pengenalan Metaverse kapada mahasiswa baru Prodi Informatika angkatan 2022. Kegiatan ini memberikan gambaran terkait unsur-unsur yang membentuk serta bagaimana Metaverse dikembangkan. Materi yang disampaikan mencakup gamifikasi, animasi, game dan blockchain technology. Kegiatan kuliah perdana Prodi Informatika tahun 2022 ini bertajuk “Immersive Technology with Metaverse”. Hadir sebagai pemateri pertama Rahmat Adhani dari IOTA dengan materi tentang gamifikasi. Pemateri kedua Chandra T. Fahmi dari Tokocrypto menyampaikan materi terkait blockchain technology. Materi ketiga tentang animasi disampaikan oleh Andri Viyono dari One Animation. Pemateri terakhir Ilham Hasymi Effendi memberikan materi terkait game technology. Menariknya 3 dari 4 pemateri merupakan alumni informatika UMM. Andri Viyono merupakan alumni angkatan 2009 sedangkan Chandra dan Ilham merupakan alumni angkatan 2010. Menghadirkan para pemateri yang berkompeten dalam bidangnya, tentu saja dapat memuaskan antusiasme mahasiswa baru. Hubungan erat antara Metaverse dengan animasi, ilustrasi, dan game engine ini cukup rumit untuk dipelajari. Untuk menciptakan satu dunia metaverse, seorang developer Metaverse harus memiliki 3 kemampuan tersebut. “Metaverse ini menggunakan aplikasi unity untuk developmentnya yang basis bahasa pemrogramannya adalah c#”, ucap Nuril, Mahasiswa Informatika yang menjadi pengembang Metaverse di Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang yang turut hadir dalam demo Metaverse dalam kegiatan kuliah tamu tersebut. Bersama pengembangan metaverse ini, Prodi Informatika UMM akan menjadi menjadi salah satu Prodi yang membekali mahasiswanya dengan kompetensi Metaverse developer di Indonesia bahkan di dunia seperti yang disampaikan oleh Hardianto Wibowo, Sekretaris Prodi Informatika sekaligu sebagai PIC Sekolah Metaverse. “Kami merancang Sekolah Metaverse untuk menciptakan seorang Developer Metaverse yang handal. Harapan kami kedepan Universitas Muhammadiyah Malang akan dikenal sebagai University with immersive technology, Metaverse University”, ungkap Hardianto Wibowo, mengakhiri.
Informatika UMM Gelar Pelatihan Digital Tools Untuk Optimalkan Pelayanan Kepada Mahasiswa dan Masyarakat

Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisasi pelatihan Digital Tools bagi Prodi dan unit-unit yang ada di UMM. Hal tersebut guna mengoptimalisasi pelayanan kepada mahasiswa UMM dan Masyarakat. Pemanfaatan digital tools ini berdasarkan kondisi dan kebutuhan saat ini yang semua harus dilakukan dengan cepat dan mudah berbasis teknologi informasi. Disisi lain, pemanfaatan teknologi ini juga sebagai upaya tanggap dalam masa pendaftaran mahasiswa baru yang terus membutuhkan informasi-informasi penting dan up to date. “Kegiatan ini bertujuan untuk optimalisasi pelayanan publik sehingga dapat mendekatkan kita, UMM, pada para mahasiswa dan publik. “ini adalah Langkah untuk UMM Go Artificial Intelligence (AI)” Terang Hardianto Wibowo, M.T. selaku Sekretaris II Prodi Informatika UMM, sekaligus sebagai pemateri dalam sesi pelatihan tersebut. Prodi Informatika UMM di tahun ini ingin mempertahankan kuantitas calon mahasiswa baru sehingga mekanisme pelayanan, call center, dan pusat informasi dikelola dengan berbasis pada teknologi digital. Prodi Informatika UMM sudah mengembangkan dan menggunakan Chatbot sebagai media layanan bagi calon mahasiswa baru, mahasiswa, orang tua wali dan masyarakat. Sistem ini mampu melayani ratusan bahkan ribuan calon mahasiswa baru yang membutuhkan beragam informasi tentang Informatika dan UMM. Berdasarkan kesuksesan tersebut, Prodi Informatika UMM menggandeng serta Prodi dan unit-unit lain di UMM, untuk mengenal serta mengimplementasikan Chatbot dalam menangani penanganan layanan bagi mahasiswa dan civitas akademika di UMM. Diikuti oleh 45 dosen dan karyawan dari berbagai prodi dan unit di UMM, kegiatan yang dikemas dengan nama Pelatihan Digital Tools ini sukses digelar pada Jumat 22 Juli 2022.
Songsong Era Baru Teknologi Metaverse, Prodi Informatika UMM dan MIXPRO Kembangkan Proyek UMM Metaverse

Sampai saat ini gaung Metaverse sejak pertama kali dicetuskan Marc Zuckerberg masih dan terus bergema menjadi perbincangan di kalangan masyarakat global. Gebrakan dari inovasi industri teknologi digital ini lahir dari penggabungan dari teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality yang kemudian banyak dikenal dengan istilah Extended Reality. Metaverse membawa perubahan yang tidak hanya menciptakan era baru web 3.0, juga mendorong dunia virtual yang immersive di masa depan serta dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas. Prodi Informatika UMM bergerak cepat untuk ambil bagian dalam riset dan pengembangan Metaverse. Minggu (29/5) Prodi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kunjungan ke MIXPRO untuk kembangkan UMM Metaverse. Salah satu proyek yang bertujuan untuk mengembangkan landscape UMM dalam dunia virtual. MIXPRO sendiri adalah perusahaan di bidang entertainment yang memiliki divisi khusus dalam mengembangkan teknologi Metaverse. “Kunjungan ini merupakan bagian dari kerjasama Prodi Informatika UMM dengan MIXPRO yang memiliki 2 tujuan, yaitu untuk pengembangan proyek UMM Metaverse dan juga untuk rintisan pendirian pusat unggulan atau Center of Excellence Sekolah Metaverse” ujar Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom, M.Cs selaku ketua Prodi Informatika UMM. Galih menjelaskan, nantinya untuk Project UMM Metaverse ini akan membuka pelibatan mahasiswa dan juga dosen dari 2 Prodi yaitu Informatika dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM. “Secara garis besar Informatika nanti akan menangani pengembangan Metaverse dari sisi perangkat lunaknya, misal dengan Unreal atau support dari sisi programmer. Sedangkan Prodi Ilmu Komunikasi akan ada di sisi dari narasi, skenario, konsep Metaverse-nya dan juga 3D artist-nya. Juga tidak menutup kemungkinan jika ada dari Prodi lain yang tertarik bergabung, kita sediakan ruang untuk kolaborasi” terangnya. Pengembangan proyek UMM Metaverse ini diharapkan dapat ditampilkan dalam gelaran Muktamar Muhammadiyah ke-48 di bulan November 2022 nanti yang akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Project UMM Metaverse, juga diharapkan mampu memberikan vibrasi positif yang kemudian nantinya akan ada mendorong proyek-proyek lanjutan untuk rekruitmen mahasiswa yang memiliki kemampuan coding yang mendukung pengembangan Metaverse bersama MIXPRO. Terkait dari tujuan selanjutnya, Galih W Wicaksono, menjelaskan terkait rencana rintisan pusat unggulan atau Center of Excellence (CoE) adalah sebagai tambahan kompetensi bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengembangkan metaverse. Sistem yang digagas berupa pelatihan selama 1 semester untuk menguatkan dari sisi programming, virtual reality, dan augmented reality yang dinamakan Metaverse Academy. Kemudian mahasiswa akan mengikuti magang di Metaverse Project yang saat ini bermitra dengan MIXPRO. “Harapannya adalah nanti mahasiswa yang sudah berpengalaman bekerja/mengembangkan produk di bidang metaverse atau bidang lainnya seperti SandBox dapat diserap oleh Industri bahkan sebelum lulus” ucap Galih. (CCP)
Prodi Informatika UMM Membuka Ruang Kolaborasi Melalui Young Tech Expo 2019

Di era disrupsi teknologi, teknologi informasi menjadi ujung tombak disegala bidang kehidupan. Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menangkap potensi ini dengan membuka ruang untuk berkolaborasi selebar-lebarnya dengan seluruh pihak. Hal tersebut diwujudkan dengan menggelar Young Tech Expo 2019 bertajuk Woman and Technology, Sabtu (21/12) Pagi. Sebanyak 137 tenant dan lebih dari 400 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan beragam produk dan jasa di bidang teknologi informasi. Tidak hanya itu ada juga tenant di bidang kewirausahaan baik berupa produk makanan, produk perangkat lunak hingga berbagai jasa. Seluruh produk dan jasa yang dipamerkan dalam kegiatan ini merupakan hasil akhir dari beberapa mata kuliah seperti artificial intelligence, penulisan ilmiah dan kewirausahaan berbasis teknologi. Salah satu perwakilan panitia penyelenggara, Galih Wasis Wicaksono, M.Kom., menjelaskan bahwa Young Tech Expo 2019 adalah event tahunan yang diselenggarakan Prodi Informatika. “Kegiatan ini membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen atau bahkan lintas Prodi dan Fakultas, sehingga keilmuan, wawasan dan pengalaman mahasiswa semakin kaya, untuk menyongsong internasionalisasi Prodi yang sudah didepan mata. Hal ini sejalan dengan visi dan misi program studi informatika UMM yakni pada tahun 2030 menjadi program studi bertaraf internasional di bidang informatika dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam” tegasnya disela-sela kegiatan. Juga salah satu perwakilan panitia penyelenggara Nur Hayatin, M.Kom., yang ditemui disela-sela kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika, selain seminar terdapat pula pameran produk dan jasa di bidang teknologi informasi yang melibatkan 137 tenant dan lebih dari 400 mahasiswa. “Seminar dan pameran yang diselenggarakan hari ini merupakan salah satu perwujudan visi dan misi Prodi Informatika UMM, yakni yakni pada tahun 2030 menjadi program studi bertaraf internasional di bidang informatika dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Selain itu juga untuk menyemarakkan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, maka tema yang diusung kali ini adalah Women and Technology” ungkapnya.(*)